MENARIK disimak bagaimana BRI menjangkau para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), memberikan akses bank untuk penguatan modal, tentunya tidak hanya sebatas bagaimana penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), namun juga membina pengembangan usaha hingga mencapai prestasi terbaik usaha.
Memberdayakan Mantri, BRI memiliki kekuatan marketing yang bekerja dengan tugas yang cukup kompleks. Kantor Cabang BRI Payakumbuh menurut Pemimpin Cabang BRI Payakumbuh, Riandi Rinaldi Tabrani, setidaknya memiliki 72 orang Mantri yang tersebar di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.
Mantri menjadi garda terdepan BRI untuk menjangkau masyarakat dengan tugas menggalang nasabah hingga menyalurkan KUR bagi usaha yang membutuhkan penguatan modal. Bahkan tugasnya kian lengkap hingga mampu menguasai medan dan pemanfaatan teknologi digital dalam semua urusan perbankan.
“Hampir semua pekerjaan dilakukan secara online, kita dibekali aplikasi “BRISPOT” dan melakukan pengolahan seluruh data melalui aplikasi ini,” sebut Rahmat Hidayat, seorang Mantri BRI saat ditemui Padang Ekspres di Payakumbuh, Selasa (23/4) sore.
Aplikasi kerja yang digunakan Mantri ini, akan merangkum data base seluruh nasabah yang menjadi tanggung jawab seorang Mantri. Melakukan input data nasabah, survey, analisis kredit, perhitungan neraca hingga analisa agunan dikelola lewat aplikasi kerjanya.
“Kita punya target, salah satunya penyaluran KUR, ini menjadi poin tertinggi yang harus dicapai dan akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali. Target harian penyaluran KUR Rp 150 juta per hari,” terang Mantri berprestasi ini.
Target yang besar ini, menjadi pendorong utama Mantri untuk bisa menjangkau lebih banyak masyarakat agar bisa mengembangkan usaha dan penguatan modal menggunakan KUR. Kendati begitu, penyaluran KUR tentunya tidak asal melakukan penyaluran, sebab membutuhkan analisis usaha dan kredit yang akan disalurkan.
Semua harus dilakukan dengan selektif agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Sehingga Mantri harus benar-benar mampu bekerja secara profesional. Pada kesempatan terbatas saat diwawancara, Rahmat Hidayat juga menyinggung strategi berbasis penguasaan ekosistem dalam strategi bisnis BRI untuk masyarakat.
“Ada ekosistem transaksi, komoditi dan teritorial dengan tujuan agar semua nasabah dan pelaku usaha bisa memanfaatkan platform, chanel segmen mikro-ultra mikro BRI,” terang Rahmat Hidayat.
Sehingga keterpaduan usaha dari hulu hingga hilir akan lebih mudah dengan kolaborasi semua platform digital milik BRI dari sisi teritorial, komoditi hingga transaksi semua dikelola secara terpadu dengan memanfaatkan platform Brimo, Pari, Localoka, Senyum Moblie, Pasar id, Briva, Stroberi, Brilink Mekar, Agen BRILink dan semacamnya.
Melalui itu semua, Mantri menjadi “Ujung Tombak” marketing BRI dan menjangkau masyarakat, membina, membantu penguatan modal usaha melalui kreditbusaha, hingga menuju usaha berprestasi.
“Alhamdulillah, kita bisa terus bergerak maju bersama BRI dan binaan dari Mantri BRI yang tidak pernah bosan memberi arahan,” kata salah seorang pengusaha makanan olahan Jamur Payopali, Noviantini di Payakumbuh.
Hal yang sama juga diungkapkan, Bian Ade Pramudio, yang tergerak untuk terus menggeliatkan usaha bersama BRI dengan usaha budidaya hingga pengolahan Lele Organik,” Usaha ini awalnya dirintis dengan dorongan Mantri BRI, Rahmat Hidayat,” kata Bian Ade.
Menjadi target untuk menyalurkan KUR untuk pelaku usaha yang lebih luas, kadang kendala dilapangan tak bisa dipungkiri akan tetap terjadi, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi Mantri dalam menglola nasabahnya. Hal itu dibenarkan Pemimpin Cabang BRI Payakumbuh, Riandi Rinaldi Tabrani.
“Tantangan penyaluran KUR biasanya pada karakter calon debitur serta kemampuan bayar setiap bulan. Selain itu penyalahgunaan kredit yang tidak sesuai peruntukannya. Namun hal itu terus diminimalisir dengan lebih selektif memberikan kredit,” terang Pimca BRI Payakumbuh singkat. (ARFIDEL ILHAM—Limapuluh Kota)
Editor : Novitri Selvia