Ilmuwan asal Inggris ini menjadi pelopor riset perilaku simpanse liar di Afrika yang mengubah pandangan dunia tentang hubungan manusia dan alam.
Dr. Jane Goodall, meninggal dunia pada 1 Oktober 2025 di Los Angeles, California, pada usia 91 tahun. Kabar duka ini diumumkan secara resmi oleh Jane Goodall Institute (JGI) melalui laman resminya.
Dalam pernyataannya, JGI menyebut Goodall meninggal dunia karena penyebab alami (natural causes) saat berada di Amerika Serikat untuk menjalani tur ceramah dan kampanye lingkungan.
Profil dan Awal Karier Jane Goodall
Jane Goodall lahir di London, Inggris, pada 3 April 1934. Ia dikenal sebagai primatolog, etolog, dan antropolog yang melakukan penelitian jangka panjang terhadap perilaku simpanse liar di Gombe Stream National Park, Tanzania, sejak tahun 1960.
Goodall pertama kali diundang oleh Dr. Louis Leakey, ahli paleoantropologi asal Kenya, untuk meneliti kehidupan simpanse di Afrika Timur. Penelitiannya mengubah pemahaman dunia ilmiah tentang hubungan antara manusia dan primata.
Salah satu temuan paling pentingnya adalah bukti bahwa simpanse dapat membuat dan menggunakan alat, kemampuan yang sebelumnya dianggap hanya dimiliki oleh manusia.
Penelitian dan Kontribusi Ilmiah
Selama lebih dari enam dekade, penelitian Jane Goodall di Gombe menghasilkan berbagai publikasi ilmiah dan dokumenter terkenal, termasuk buku “In the Shadow of Man” (1971) dan “The Chimpanzees of Gombe” (1986).
Melalui risetnya, Goodall membuktikan bahwa simpanse memiliki emosi, struktur sosial, serta perilaku kompleks seperti kasih sayang, kerja sama, dan konflik. Temuan tersebut menjadi dasar bagi perubahan besar dalam pendekatan ilmiah terhadap primata dan perilaku hewan.
Pendirian Jane Goodall Institute dan Program Roots & Shoots
Pada tahun 1977, Jane Goodall mendirikan Jane Goodall Institute (JGI), organisasi nirlaba internasional yang berfokus pada konservasi keanekaragaman hayati, riset primata, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Empat belas tahun kemudian, pada 1991, ia meluncurkan program pendidikan global “Roots & Shoots” bersama sekelompok siswa di Tanzania. Program ini kini berkembang di lebih dari 100 negara, melibatkan generasi muda untuk berperan aktif dalam pelestarian lingkungan dan kemanusiaan.
Penghargaan dan Pengakuan Internasional
Sepanjang hidupnya, Jane Goodall menerima berbagai penghargaan bergengsi dunia, antara lain:
- Dame Commander of the Order of the British Empire (DBE) dari Kerajaan Inggris
- Presidential Medal of Freedom dari Pemerintah Amerika Serikat
- Templeton Prize atas kontribusi kemanusiaan dan spiritualitas lingkungan
- UN Messenger of Peace dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Penghargaan tersebut menegaskan perannya sebagai ilmuwan dan pembela konservasi alam yang berpengaruh secara global.
Reaksi Dunia
Berita wafatnya Jane Goodall memunculkan gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan, termasuk ilmuwan, lembaga konservasi, dan tokoh publik dunia.
Figur seperti Leonardo DiCaprio dan Sir David Attenborough, yang pernah berkolaborasi dengannya dalam proyek dokumenter, turut menyampaikan penghormatan atas dedikasinya terhadap bumi dan satwa liar.
Warisan dan Dampak Global
Warisan Jane Goodall mencakup peningkatan kesadaran global mengenai pentingnya perlindungan satwa liar, hutan tropis, dan pendekatan berbasis komunitas dalam upaya konservasi.
Saat ini, Jane Goodall Institute memiliki kantor cabang di lebih dari 30 negara, melanjutkan misi Goodall dalam penelitian, edukasi, dan aksi lingkungan berkelanjutan.(*)
Editor : Heri Sugiarto