Gagas Relokasi Warga di Dekat Kilang Balongan

ilustrasi relokasi warga terdampak kebakaran kilang Balongan. (net)

Lima dari puluhan korban kebakaran kilang Pertamina Balongan, Indramayu, dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta. Mereka menderita luka bakar hingga 75 persen. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris BPBD Kabupaten Indramayu dr Caya menjelaskan, pihak Pertamina telah menyatakan bertanggung jawab penuh kepada para korban.

Selain menanggung biaya pengobatan, Pertamina juga akan mengganti kerusakan bangunan akibat kebakaran tangki BBM di kilang Balongan. Caya menjelaskan, pihaknya telah mendapat laporan tentang kebakaran yang terjadi pada Senin sekitar pukul 00.45 itu. Dalam insiden tersebut, tiga orang terlempar ke sawah akibat ledakan tangki BBM.

Caya mengisahkan, tiga orang itu tengah dalam perjalanan pulang dengan mengendarai motor setelah mengikuti acara di Indramayu. Setiba di depan area tangki Pertamina, mereka berhenti. ”Waktu itu bau bensin. Dikira tangki motor bocor. Mereka berhenti untuk memeriksa motor,” terangnya.

Saat itulah ledakan keras terjadi. Saking kerasnya ledakan, tiga orang itu terpental dan terjerembap ke sawah di seberang kilang Pertamina. ”Mereka lalu ditolong warga, kemudian dibawa ke klinik Tugu. Pihak Pertamina sudah membawa mereka ke RSUD Indramayu untuk mendapat perawatan intensif,” papar Caya kepada Radar Cirebon (grup Padang Ekspres).

Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyambangi PT Pertamina RU VI Balongan Indramayu. Dia ingin memastikan pasokan BBM di wilayah Jawa Barat (Jabar) aman. Uu juga mengecek pasokan bahan pangan ke PT Bulog. Dia mendapat jaminan bahwa stok beras di Jawa Barat aman sampai akhir April hingga menjelang Ramadan.

”Terkait dampak sosial kepada masyarakat sekitar, saya percaya Pertamina sudah profesional menangani ini,” imbuhnya saat konferensi pers.

Mengenai wacana relokasi warga yang tinggal di dekat lokasi kebakaran, Pemprov Jabar akan menunggu saran Pertamina dan berkoordinasi dengan Pemkab Indramayu. ”Yang pasti, tempatnya harus aman dari risiko bencana alam seperti banjir, longsor, atau bencana lain,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati sudah meninjau kilang Balongan untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan dengan baik. Nicke juga memantau dampak insiden terhadap operasi dan penanganan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar area kilang.

Nicke menjelaskan, insiden itu terjadi di area tangki penyimpanan BBM. Lokasi yang terdampak sekitar 2 hektare dari total 180 hektare area kilang Balongan. ”Kilang atau processing plant utama dalam kilang tidak terdampak. Jadi, kebakaran hanya di area tangki,” ujarnya kemarin (30/3).

Baca Juga:  BNPB Surati 30 Gubernur termasuk Sumbar, Waspada Bibit Siklon Tropis

Dari 72 tangki di area kilang dengan total kapasitas 1,35 juta kiloliter (KL) itu, ada empat tangki yang terdampak. Kapasitasnya 100 ribu KL atau sekitar 7 persen dari total kapasitas penyimpanan di kilang Balongan. ”Kami akan lakukan upaya dengan extra effort untuk segera memadamkan api,” tegasnya.

Pertamina terus mengupayakan pemadaman api di area terdampak dengan memompa air laut untuk memadamkan total titik api. Untuk memompa air laut, Pertamina mendatangkan bantuan pompa submersible dari RU IV Cilacap. ”Ketika api sudah dipadamkan, baru kami bisa melakukan start-up untuk mengoperasikan kilang. Tentu, kami harus pastikan semuanya aman,” tambahnya.

Terkait penyebab insiden, Nicke meminta semua pihak menunggu hasil investigasi Pertamina dan aparat. Pertamina juga mengumpulkan semua informasi, baik internal maupun dari masyarakat. ”Saat ini Pertamina masih fokus untuk penanganan dan dampak insiden. Kami pastikan masyarakat aman,” tuturnya.

Di sisi lain, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyiapkan tim trauma healing bagi para pengungsi korban kebakaran kilang Pertamina Indramayu. Menurut Risma, penanganan trauma menjadi salah satu hal penting. Pertamina juga akan menyediakan layanan psikososial itu. ”Saya siapkan psikolog dari Balai Kartini Temanggung. Ada lima orang,” jelas Risma saat mengunjungi lokasi pengungsian, Senin malam (29/3).

Mantan wali kota Surabaya itu memastikan kebutuhan dasar pengungsi akan terpenuhi. Risma telah menyerahkan bantuan logistik senilai Rp 305.184.250. Terdiri atas 600 paket makanan siap saji, 300 paket makanan anak, 300 kasur, 200 selimut, 100 paket family kids, 60 paket kidswear, dan 50 tenda gulung.

Risma sudah berkomunikasi dengan bupati Indramayu dan Pertamina. Seluruh kerusakan masih didata untuk nanti dilakukan perbaikan oleh Pertamina. ”Kalau nanti Pertamina tidak sanggup, baru kami turun tangan,” ungkapnya.

Risma juga meninjau sejumlah titik pengungsian. Di GOR Perumahan Pertamina Bumi Patra, dia menyarankan agar lampu sedikit diredupkan. Dengan begitu, para pengungsi bisa lebih nyaman beristirahat. Menurut Risma, belum ada rencana pemindahan lokasi pengungsian. Sebab, lokasi itu sudah paling pas karena luas.

Risma sempat berbincang dengan Aminah, salah seorang pengungsi. Aminah mengaku trauma dengan kebakaran tersebut. Dia ingat betul, saat itu tengah malam. Aminah terbangun karena mendengar bunyi ledakan. Panik, dia dan dua anaknya berlari menyelamatkan diri. ”Trauma ini membuat kami sulit tidur karena masih takut,’ ucap Aminah. (agf/mia/jml/c18/oni/jpg)

Previous articleSekolah Tatap Muka Bisa Dipercepat, Asalkan Guru Selesai Divaksinasi
Next articlePadek Siap Kawal Pembangunan Sijunjung