Dua Sosok Pemimpin Muda Ini Bahas Kepemimpinan Industri Penyiaran

Seiring dengan peningkatan jumlah kasus positif corona virus disease 2019 (Covid-19) di Indonesia yang sudah merebak sejak Februari 2020, pemerintah telah menginstruksikan agar masyarakat untuk disiplin bekerja, belajar dan beribadah dari rumah.

Bersamaan dengan itu, gerakan “Di Rumah Aja” juga tiada henti disuarakan melalui berbagai platform digital.

Public Relations Director of Rumah Millennials Andy Saladin mengatakan, pihaknya turut mengambil andil dalam mendukung upaya pemerintah Indonesia memutus rantai penularan Covid-19 dengan mengadakan kegiatan diskusi online secara rutin.

“Salah satunya adalah sesi M-Talks yang merupakan ruang diskusi online dan offline yang mengangkat berbagai isu relevan dan menyentuh ‘dunia’ generasi muda Indonesia,” kata Andy.

Saat ini topik dibahas berkaitan dengan Industri penyiaran di Indonesia yang menunjukkan perkembangan sangat pesat beberapa tahun ini, terlebih begitu eksponensialnya peran digital dalam mengakselerasi berbagai kegiatan penyiaran.

Hal ini berimbas pada proses adaptasi sumber daya manusia, utilitas teknologi, inovasi program ataupun kreativitas yang sangat dinamis dan tidak mudah ditebak.

“Situasi ini membutuhkan sosok pemimpin yang tangkas, adaptif, fleksibel dan memiliki kemampuan komunikasi di atas rata-rata. Terlebih lagi telah bergesernya demografi angkatan kerja yang didominasi oleh generasi muda yang berasal dari generasi y dan z,” jelas Andy.

Menyikapi kondisi tersebut pemimpin dalam industri media perlu menyesuaikan dan mengakomodasi keragaaman budaya dari timnya. Mulai dari membangun komunikasi antarlini hingga menyelesaikan berbagai macam konflik sosial maupun teknikal.

Industri penyiaran dalam hal ini pengelola dan pemilik media merupakan dua hal saling bersinergi, karena pada hakikatnya mengelola media penyiaran adalah mengelola sumber daya manusia.

“Keberhasilan media penyiaran idealnya bagaimana kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, infrastruktur pendukung dan tentunya dipimpin oleh sosok pemimpin media dengan cara pandang visioner, ulung dalam mengatur strategi, pengelolaan manajemen, memahami teknis penyiaran, menguasai informasi terkini terkait perkembangan teknologi, mengikuti perkembangan tren terbaru, pola pikir cepat tanggap dan wawasan yang lebih maju ke depan serta pencapaian visi misi serta jiwa karakter yang unik sebagai pemimpin untuk menjadi teladan bagi seluruh karyawannya,” paparnya.

Dalam menyikapi dan menjawab situasi tersebut, Rumah Millennials mengangkat diskusi lewat daring dalam format ‘M Talks’ yang bertemakan “Leadership in Broadcasting Industry : What, How and Why ?” M-Talks yang akan diadakan pada Rabu, 22 April 2020 mendatang.

Diskusi tersebut, kata Andy, dihadiri sosok pemimpin muda yang berkiprah dalam industri penyiaran di Indonesia, yaitu David Fernando Audy, CEO MNC Media Group, Tbk dan Yuliandre Darwis (Komisioner KPI 2019-2022 & Presiden IBRAF- Presiden Penyiaran Dunia 2017-2018).

“Kedua narasumber akan membahas  peran kepemimpinan masa kini dalam industri penyiaran dari sektor swasta dan pemerintahan. Diskusi ini akan dipandu langsung Taufan Teguh Akbari, Founder Rumah Millennials & Wakil Rektor 3 LSPR Jakarta,” katanya.

Menurut Taufan, Rumah Millennials akan terus menghadirkan event baik secara offline maupun online dengan mengangkat isu-isu menarik dan menyentuh ‘dunia’ generasi millennials.

Dengan konsep panel discussion, mind session, and networking, diharapkan event seperti ini dapat memfasilitasi

millennials untuk saling belajar, berjejaring, berbagi cerita, karya, inspirasi, dan saling membuka peluang untuk bekerja sama, bersinergi serta gotong-royong lintas karya dan bidang dengan millennials inspiratif lainnya.(rel/esg)