Dikutip dari laman DMNews pada Sabtu (19/4/25), menurut ilmu psikologi, ada beberapa keputusan yang terbukti membawa dampak positif secara jangka panjang dan sangat kecil kemungkinannya untuk disesali. Apa saja keputusan tersebut? Berikut tujuh di antaranya:
1. Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental
Memilih untuk hidup sehat adalah keputusan yang akan kamu syukuri seumur hidup. Olahraga teratur, makan makanan bergizi, tidur cukup, serta menjaga kesehatan mental melalui meditasi atau konseling adalah investasi jangka panjang.
Psikologi positif menegaskan bahwa tubuh dan pikiran yang sehat saling memengaruhi. Dengan menjaga keduanya, kamu menciptakan landasan kuat untuk kebahagiaan.
2. Membangun Hubungan yang Berkualitas
Memiliki hubungan yang sehat dan mendalam dengan keluarga, sahabat, atau pasangan sangat penting. Psikologi sosial menunjukkan bahwa hubungan yang penuh empati, dukungan emosional, dan kepercayaan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Kamu mungkin tidak bisa memilih siapa keluargamu, tetapi kamu bisa memilih untuk membangun relasi yang bermakna.
3. Menjadi Diri Sendiri
Berpura-pura menjadi orang lain demi diterima sering kali berakhir pada kelelahan emosional. Psikologi humanistik, seperti yang dikemukakan oleh Carl Rogers, menekankan pentingnya keaslian diri (authenticity) untuk mencapai aktualisasi diri.
Ketika kamu memilih untuk jujur pada diri sendiri, kamu akan hidup lebih ringan dan lebih puas dengan apa adanya dirimu.
4. Belajar Sepanjang Hayat
Tidak pernah berhenti belajar adalah keputusan penting dalam hidup. Entah itu melalui pendidikan formal, membaca buku, atau mengikuti pelatihan, pengembangan diri akan membuka banyak peluang baru.
Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa otak manusia terus bisa berkembang jika terus diasah. Investasi pada ilmu tidak akan pernah sia-sia.
5. Mengelola Waktu dengan Bijak
Waktu adalah sumber daya yang tidak bisa diperbarui. Orang-orang yang mampu mengatur waktu dengan baik cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan kepuasan hidup yang lebih tinggi.
Psikologi kognitif menyarankan penggunaan teknik manajemen waktu seperti membuat daftar prioritas atau teknik Pomodoro untuk meningkatkan fokus dan produktivitas.
6. Mengatakan “Tidak” pada Hal yang Tidak Sejalan
Terlalu sering menyenangkan orang lain bisa membuat kamu kehilangan kendali atas hidup sendiri. Mengatakan “tidak” adalah bagian dari menjaga batas diri (boundaries), yang penting untuk kesehatan mental.
Psikologi kesehatan mental mengajarkan bahwa kemampuan untuk menolak adalah tanda kedewasaan emosional dan penghargaan terhadap diri sendiri.
7. Memaafkan dan Melepaskan Dendam
Memaafkan bukan berarti melupakan, tetapi melepaskan beban emosional yang menghimpit. Psikologi menunjukkan bahwa orang yang mampu memaafkan memiliki kesehatan mental dan fisik yang lebih baik.
Dengan memaafkan, kamu memberi ruang bagi kebahagiaan untuk tumbuh dalam hidupmu.
Tidak semua keputusan membawa kebahagiaan seketika. Jika kamu ingin menjalani hidup yang lebih sehat, bermakna, dan minim penyesalan, pertimbangkan untuk menerapkan satu per satu keputusan ini dalam keseharianmu.
Karena terkadang, kebahagiaan sejati datang dari pilihan-pilihan kecil yang kita ambil dengan sadar. (*)
Editor : Hendra Efison