Seiring pertumbuhan dan perkembangan, kebutuhan menyusu di malam hari akan berkurang, sehingga orang tua perlu memahami konsep night weaning atau penyapihan dari menyusu malam hari.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ayosehat.kemkes.go.id, Minggu (10/8/2025), penyapihan malam adalah transisi untuk membantu bayi mencapai kualitas tidur lebih baik tanpa mengorbankan nutrisi maupun kedekatan emosional.
Proses ini juga membentuk pola tidur mandiri yang sehat. Kemenkes menyebutkan lima tanda bayi siap disapih dari menyusu malam:
-
Usia Minimal 6 Bulan dengan Pertumbuhan Stabil
Mayoritas bayi siap disapih di malam hari setelah berusia lebih dari 6 bulan, dengan berat badan stabil dan grafik pertumbuhan sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memastikan kesiapan dari aspek medis. -
Asupan Nutrisi di Siang Hari Tercukupi
Jika bayi sudah mendapatkan ASI, susu formula, atau Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang cukup pada siang hari, kebutuhan kalori dari menyusu malam menurun, menjadikannya lebih sebagai kebiasaan daripada kebutuhan nutrisi. -
Menyusu Malam Hanya Karena Kebiasaan
Bayi yang terbangun setiap satu hingga dua jam hanya untuk menyusu sebentar sebelum tidur kembali biasanya mencari kenyamanan, bukan karena lapar. Menyusu malam pada situasi ini berfungsi seperti empeng atau alat bantu tidur. -
Mampu Tidur Nyenyak dalam Jangka Panjang
Bayi yang sudah pernah tidur selama 6–8 jam tanpa terbangun menunjukkan kemampuan tidur panjang secara alami. Jika kembali sering terbangun, hal itu kemungkinan karena kebiasaan, bukan rasa lapar. -
Kesiapan dan Konsistensi Orang Tua
Keberhasilan penyapihan malam juga bergantung pada kesiapan orang tua untuk mendampingi secara konsisten, tenang, dan penuh empati, dengan pemahaman serta kesepakatan yang sama terkait tujuan dan pendekatan.
Kemenkes menegaskan bahwa penyapihan malam bertujuan membantu anak tidur mandiri dan membangun rutinitas tidur sehat. Setiap anak memiliki ritme perkembangan berbeda, sehingga orang tua diimbau tidak membandingkan anak dengan yang lain.(*)
Editor : Hendra Efison