Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

WFC Makin Hits di Payakumbuh, Warkop Dakas Dipadati Anak Muda Bekerja Sejak Sore

Irfan R Rusli • Kamis, 19 Februari 2026 | 11:49 WIB

Tren WFC makin populer di Payakumbuh. Warkop Dakas dipadati anak muda bekerja dan nongkrong sejak sore hari.
Tren WFC makin populer di Payakumbuh. Warkop Dakas dipadati anak muda bekerja dan nongkrong sejak sore hari.
PADEK.JAWAPOS.COM—Tren Work From Cafe (WFC) kian digandrungi anak muda di Kota Payakumbuh, mengubah wajah kafe dan warung kopi menjadi ruang kerja alternatif yang produktif sekaligus santai.

Jika dahulu bekerja identik dengan kantor atau ruang formal, kini generasi muda memilih kafe sebagai tempat menyelesaikan pekerjaan sembari menikmati suasana yang lebih dinamis.

Pantauan Padang Ekspres pada Rabu sore (18/2/2026) menunjukkan salah satu titik yang ramai dipadati pengunjung adalah Warkop Dakas di kawasan Simpang Kasda.

Sejak pukul 16.00 WIB, hampir seluruh meja di lokasi tersebut terisi pengunjung yang sebagian membuka laptop, mengenakan earphone, serta berdiskusi ringan ditemani kopi dan camilan.

Suasana santai namun produktif terasa kental, ditunjang alunan musik pelan, aroma kopi yang khas, serta koneksi internet stabil yang menjadi daya tarik utama bagi pekerja muda.

Tak sedikit pengunjung memanfaatkan waktu sore hingga malam hari untuk menyelesaikan tugas kantor maupun proyek pribadi, memadukan aktivitas profesional dengan interaksi sosial dalam satu ruang.

Irsyad (25), pekerja sektor pariwisata, mengaku lebih nyaman bekerja dari kafe dibandingkan di rumah karena suasana dinamis membuatnya lebih fokus dan kreatif dalam menyusun konsep promosi serta konten digital.

“Kalau di rumah kadang banyak distraksi. Di sini justru lebih fokus. Suasananya hidup, tapi tetap bisa konsentrasi. Apalagi ada WiFi dan kopi, jadi betah berlama-lama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berpindah suasana kerja menjadi cara menjaga ide tetap segar, karena inspirasi kerap muncul saat mengamati aktivitas orang lain di sekitarnya.

“Kadang ide itu muncul justru saat lihat aktivitas orang lain. Di kafe seperti ini, kita bisa sambil observasi. Rasanya lebih rileks, tapi tetap produktif,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan Ihsan (24) yang menilai tren WFC bukan hanya soal bekerja, melainkan juga membangun jejaring dan relasi yang berpotensi melahirkan kolaborasi.

“Sering ketemu teman lama atau kenalan baru di sini. Dari ngobrol santai malah bisa jadi kolaborasi kerja. Jadi bukan cuma ngopi, tapi juga memperluas jaringan,” katanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar 19 Februari 2026: Berawan, Dharmasraya Berpotensi Hujan Ringan

Menurut Ihsan, keberadaan warkop dan kafe dengan fasilitas memadai mendukung tumbuhnya budaya kerja fleksibel di Payakumbuh, seiring meningkatnya jenis pekerjaan yang dapat dilakukan dari mana saja selama tersedia akses internet.

Tak hanya untuk bekerja, Warkop Dakas juga menjadi tempat melepas penat sepulang aktivitas, seperti diungkapkan Dika (25) yang rutin menghabiskan sore untuk bersantai bersama teman.

Fenomena ini menunjukkan pergeseran gaya hidup generasi muda di Payakumbuh, di mana kafe dan warkop bertransformasi menjadi ruang kreatif dan produktif, sekaligus memberi dampak positif bagi pelaku usaha kuliner melalui peningkatan kunjungan pada sore hingga malam hari.

Seiring kemajuan teknologi dan perubahan pola kerja, fleksibilitas menjadi kunci, dan bagi sebagian anak muda Payakumbuh, bekerja dari kafe kini menjadi bagian dari gaya hidup modern yang menggabungkan produktivitas dan kenyamanan dalam satu ruang.(*)

Editor : Hendra Efison
#anak muda nongkrong #WFC Payakumbuh #tren kerja fleksibel #Warkop Dakas