Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang, Zuhrah Taufiqa, menegaskan tubuh membutuhkan adaptasi untuk kembali ke metabolisme normal.
Zuhrah menjelaskan, setelah menjalani puasa, tubuh mengalami perubahan pola metabolisme sehingga perlu penyesuaian kembali melalui penerapan pola makan bergizi seimbang.
“Tubuh perlu kembali beradaptasi setelah mengalami perubahan pola metabolisme selama puasa. Karena itu, penting mengembalikan pola makan ke prinsip gizi seimbang,” ujarnya.
Pentingnya Gizi Seimbang
Ia menekankan, pola makan sehat harus mencakup karbohidrat kompleks, protein, serta sayur dan buah yang kaya serat, vitamin, dan mineral. Kandungan tersebut berperan menjaga kestabilan kadar glukosa darah dan kesehatan saluran cerna.
Menurutnya, komposisi makanan juga perlu disesuaikan dengan usia. Orang dewasa dianjurkan mengonsumsi sayur dan buah hingga setengah porsi makan, sedangkan anak-anak dalam jumlah lebih sedikit.
Selain asupan makanan, pemenuhan cairan dan aktivitas fisik ringan juga penting untuk membantu mengembalikan fungsi metabolisme tubuh serta menjaga kebugaran secara keseluruhan.
Risiko Konsumsi Berlebih
Zuhrah mengingatkan agar masyarakat menghindari konsumsi makanan tinggi kalori secara berlebihan, terutama makanan bersantan, gorengan, dan minuman manis yang umum dikonsumsi saat Lebaran.
Ia menyebut, konsumsi berlebih dapat memicu lonjakan glukosa darah, peningkatan kadar lipid, serta berkontribusi terhadap resistensi insulin yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Selain itu, perubahan drastis dari pola makan saat puasa ke konsumsi berlebih juga dapat mengganggu keseimbangan metabolik tubuh. Kondisi ini berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan hingga peningkatan berat badan.
Baca Juga: Kemacetan Lebaran 2026 di Solok Kota Berhasil Ditekan, Ini Strategi Polres
Pertahankan Kebiasaan Baik Ramadhan
Zuhrah menambahkan, kebiasaan baik selama Ramadhan sebaiknya tetap dipertahankan, seperti mengontrol porsi makan, mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta menjaga pola makan teratur.
“Puasa terbukti memberikan efek positif terhadap sistem imun, seperti peningkatan aktivitas sel imun dan penurunan inflamasi. Namun efek ini bisa hilang jika pola hidup tidak dijaga,” katanya.
Ia menegaskan, Ramadhan dapat menjadi momentum membangun gaya hidup sehat yang berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan asupan dan aktivitas.
“Dengan pola makan bergizi seimbang, cukup cairan, dan aktivitas fisik teratur, kesehatan tubuh dapat terjaga dan risiko penyakit tidak menular bisa diminimalkan,” tutupnya.(*)
Editor : Hendra Efison