Giliran Lansia dan Pelayan Publik Divaksin

Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa melihat proses vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Rawang, Minggu (28/2). (IST)

Pemerintah Kota Padang memulai vaksinasi tahap kedua untuk kategori lanjut usia (lansia) dan pelayan publik. Pencanangan vaksinasi untuk lansia digelar di Puskesmas Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Minggu pagi (28/2).

“Alhamdulillah, hari ini (Minggu, red) secara resmi telah kita launching pelaksanaan vaksinasi tahap kedua bagi masyarakat kategori lansia di atas 60 tahun dan aparat pelayan publik,” ungkap Wawako Hendri saat me-launching pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi lansia dan aparat pelayan publik di Kota Padang bertempat di Puskesmas Rawang, Minggu pagi (28/2).

Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang Ferimulyani, Sekcam Padang Selatan Maspeg, Lurah Rawang Andi Amir dan unsur terkait lainnya. Dikatakan wawako, pelaksanaan vaksinasi merupakan upaya konkret dari pemerintah guna melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19 yang masih mewabah. “Kita sangat bersyukur pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sejauh ini terus berlanjut di Kota Padang,” ungkap wawako.

Untuk diketahui, vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Rawang tersebut dilakukan bagi lansia dan aparat pelayan publik yang ada di 3 kelurahan di Kecamatan Padang Selatan yakni Kelurahan Rawang, Teluk Bayur dan Airmanis.

Wawako juga mendoakan warga Kota Padang senantiasa sehat selama mengikuti proses vaksinasi. Dimana mengharuskan lebih kurang selama dua bulan mengikuti observasi atas vaksinasi yang dilakukan sebelum nantinya menerima sertifikat vaksin.

Terkait dipilihnya Puskesmas Rawang sebagai puskesmas perdana yang menyelenggarakan vaksinasi tahap kedua dikarenakan kawasan tersebut memiliki penduduk yang cukup banyak dan juga multi etnis.

“Jadi ini merupakan sebuah semangat yang melihatkan Puskesmas Rawang telah lebih dahulu siap untuk menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 untuk kategori lansia dan aparat pelayan publik,” sebut Wawako.

Setelah ini vaksinasi akan dilanjutkan ke semua kelurahan di 11 kecamatan se-Kota Padang. Semoga seluruh warga Kota Padang dapat bersama-sama mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini. “Karena ini demi kebaikan kita semua,” pungkas wawako.

Baca Juga:  Donor Darah Serikat Pekerja Semen Padang, 170 Kantong Darah Terkumpul

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani mengatakan, vaksinasi di Puskesmas Rawang ini merupakan vaksinasi tahap kedua untuk kategori lansia dan aparat pelayan publik di Kota Padang.

Meliputi guru, dosen, pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah, TNI, Polri, Satpol PP, perangkat desa, BUMN, BUMD, pemadam kebakaran, transportasi publik, atlet, wartawan, dan pelaku sektor pariwisata.

“Sasaran kita untuk vaksinasi di Puskesmas Rawang ini sebanyak 5.000 orang lansia. Setelah ini, pekan depan kita melakukan hal yang sama di Kecamatan Padang Timur, disusul kecamatan lainnya. Selain itu kita juga akan melakukan vaksinasi kepada pedagang di Pasar Raya Padang dengan menargetkan 5.000 orang juga,” sebutnya.

Selanjutnya Ferimulyani mengungkapkan, Pemko Padang telah melaksanakan vaksinasi tahap pertama bagi para tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 9.128 orang, dengan capaiannya 103 persen atau melebihi target yang ditentukan. Sementara bagi nakes yang belum divaksinasi tetap terus dilakukan. “Alhamdulillah, kita telah mulai melakukan vaksinasi tahap kedua untuk warga kelompok lansia dan juga aparat pelayan publik,” tuturnya.

Untuk vaksinasi tahap kedua ini, ditargetkan selesai pada April 2021, dan direncanakan akan terus berlanjut sampai akhir tahun 2021. Untuk di Kota Padang secara keseluruhan target vaksinasi sebanyak 700.000 warga.

“Setiap harinya kita berupaya melakukan vaksinasi kepada sebanyak 3.000 sampai 4.000 orang, sehingga target sampai akhir tahun dapat terlaksana 100 persen. Semoga dengan upaya ini kekebalan imunitas warga kita bisa terwujud, dengan 70 persen penduduk di Kota Padang sudah tervaksin,” jelasnya.

Sementara untuk kondisi stok vaksin di Kota Padang saat ini tersedia 32.500 dosis. Ketika habis nanti akan didrop lagi oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan. “Karena memang vaksin datang ke kita itu secara bertahap,” bebernya. (eri)

Previous articleAndre Rosiade Penuhi Janji, Wako Bukittinggi Cabut Perwako 40 dan 41
Next articleUntuk Piala Menpora 2021, Laga Pembuka di Manahan