Giliran Pasaman-Pessel Dilanda Banjir

Bupati Pasaman, Benny Utama meninjau infrastruktur dan areal persawahan warga yang rusak dihantam banjir bandang di Kenagarian Sundata, Lubuksikaping. (IST)

Setelah Kotonopan, Rao Utara dihantam banjir bandang Sabtu (27/3), bencana serupa juga melanda tiga jorong di Nagari Sundata Kecamatan, Lubuksikaping, Kabupaten Pasaman, Senin (29/3) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun areal persawahan dan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan.

Di Kenagarian Sundata, sawah, jalan, bandungan/tanggul, dan beberapa rumah terendam lumpur banjir bandang. Bencana itu terjari akibat dari luapan air hulu Batang Mapun dan Hulu Batang Aia Sungai Durian. Tiga jorong yang terdampak yakni Jorong V Mapun, Jorong II Sungai Pandahan, dan Jorong III.

Bupati Pasaman H. Benny Utama, Senin pagi (29/3) langsung ke lokasi banjir bandang di Nagari Sundata. Peninjauan ke lokasi itu didampingi oleh Kepala BPBD, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Pertanian, Camat Lubuksikaping, Wali Nagari Sundata dan Jorong setempat.

Saat peninjauan Benny Utama meminta kepada jorong, wali nagari, camat dan OPD terkait yaitu BPBD, PU dan Dinas Pertanian untuk melaporkan hasil pendataan bencana tersebut.
“Sebab itu akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memberikan bantuan dan solusi dari dampak banjir yang terjadi maka sesegera mungkin melakukan pendataan dan melaporkannya kepada bupati,” kata Benny Utama saat di lokasi banjir bandang di Nagari Sundata, Senin pagi (29/3.)

Ia menyebutkan, bantuan yang akan bisa diberikan diantaranya bantuan bibit padi, cadangan pangan, rehab tanggul dan normalisasi sungai untuk mencegah bencana susulan terjadi dikemudian hari melalui program kegiatan yang tersedia di anggaran OPD terkait.

Terpisah, di Kecamatan Mapattunggul juga terjadi longsor di jalan Provinsi, Rokan Hulu-Pasaman. Di daerah itu masyarakat Kecamatan Mapattunggul Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mengharapkan jalan Provinsi lintas Pasaman-Riau segera diperbaiki sebab kondisi saat ini sangat rusak parah.

Salah seorang warga Mapattunggul Aduar Dana mengatakan, akibat curah hujan yang cukup tinggi dari Minggu kemaren sampai Senin, mengakibatkan badan jalan amblas sekitar 1,5 kilometer sebelum perbatasan Rokan Hulu.

“Jalan itu kondisinya sangat memprihatinkan karena bukan saja badan jalan amblas, bahkan longsor menutupi badan jalan, sehingga sarana putus total untuk kendaraan roda empat,” katanya.

Diakuinya, kondisi jalan yang rusak parah tersebut belum ada bantuan berupa alat berat dari dinas terkait. Sehingga masyarakat bergotong-royong bersama. “Kami bergotong royong menimbun lubang jalan tersebut, sebab jika dibiarkan berlangsung lama nanti dikhawatirkan menelan korban karena tanah masih labil terutama musim hujan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pasaman, Agusti Wizar membenarkan di Kecamatan Mapattunggul juga terjadi longsor tepatnya di jalan Provinsi, Rokan Hulu – Pasaman. “Terkait itu, sudah dikoordinasikan dengan pihak Provinsi, saat ini alat berat mereka sedang menuju ke lokasi,” ungkapnya.

Kapala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pasaman Ricky Riswandi menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Krugian materil masih didata petugas Pusdalops di lapangan.
Dijelaskannya, di Kenagarian Sundata akibat luapan air, sekitar 2 hektare sawah rusak tertimbun pasir, 5 unit rumah terendam lumpur setinggi lebih kurang 10 cm dan 10 rumah warga lainnya sempat digenangi air, termasuk rusaknya 50 meter jalan kampung yang digerus air.

“Total kerugian belum bisa dipastikan, saat ini pihak BPBD masih dalam pendataan,” katanya kepada Padang Ekspres, Senin (29/3).

Dia mengungkapkan, berdasarkan data BMKG, masih akan terjadi kondisi hujan lebat yang dapat menimbulkan banjir dan longsor yang dipengaruhi oleh kondisi Badai La Nina. Maka kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada, dan memperhatikan aliran sungai di daerah masing-masing, jika terjadi perubahan warna, disertai dengan material daun ataupun kayu maka dikhawatirkan akan muncul bajir dan longsor.

Baca Juga:  Enam Wanita Dijaring Satpol PP

“Untuk itu agar waspada dan dapat segera mengantisipasi dengan menghindari aliran sungai dan melakukan evakuasi seperlunya, kemudian apabila tidak terlalu mendesak agar tetap di rumah atau tempat berlindung yang lebih aman,” imbaunya.

Tapan Terendam
Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Rusma Yul Anwar, meminta kepada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) bersama dinas terkait lainnya, melakukan kajian yang komprehensif di daerah itu untuk penanganan bencana banjir. Terutama yang selalu menghantui masyarakat di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan dan Ranah Ampek Hulu Tapan.

“Saya minta Dinas PSDA bersama instansi terkait segera merumuskan solusi permanen untuk mengatasi banjir yang selalu terjadi di saat musim penghujan di dua kecamatan tersebut,” kata Rusma Yul Anwar, kemarin (29/3).

Hal itu disampaikannya sebab dia sangat prihatin terhadap masyarakat di kedua kecamatan itu yang selalu menjadi langganan banjir setiap tahunnya. “Saya harap dinas PSDA dalam waktu dekat sudah mengusulkan proposal pengendalian tersebut,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, banjir melanda Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, dan Basa Ampek Balai Tapan pada Minggu sore (28/3), hingga Senin pagi (29/3).

Dari laporan pihak kecamatan, banjir yang terparah terjadi di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Sebab di kecamatan itu jumlah rumah yang terendam ada sebanyak 901 unit.
Camat Ranah Ampek Hulu, Mar Alamsyah, ketika dihubungi kemarin (29/3) membenarkan kejadian itu, dan menjelaskan bahwa 901 unit rumah itu ditempati oleh 3.907 jiwa terdampak banjir.

“Rinciannya terdiri dari Kampung Tengah Tapan sebanyak, 612 rumah (2518 jiwa), Binjai Tapan, 183 rumah (735 jiwa), Talang Balarik Tapan 63 rumah (350 jiwa) serta Limau Purut Tapan sebanyak 43 rumah (186 jiwa),” jelasnya.

Sementara untuk Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, dilaporkan pula sebanyak enam nagari yang terdampak banjir. Enam nagari itu diantaranya, Nagari Tapan sebanyak 82 kepala keluarga (KK), Koto Anau Tapan 37 KK, Batang Arah Tapan 28 KK, Tanjung Pondok Tapan 20 KK, Dusun Baru Tapan 40 KK, dan Batang Betung Tapan 23 KK.

Hal itu dijelaskan Camat Basa Ampek Balai Tapan, Aflizen, ketika dihubungi kemarin (29/3). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Herman Budiarto menjelaskan kemarin (29/3), di dua kecamatan itu banjir juga merusak lahan pertanian, perkebunan, serta infrastruktur dan fasilitas umum lainnya.

Berdasarkan data yang ditembuskan oleh pihak kecamatan, areal perkebunan dan pertanian warga yang berisi tanaman padi dan jagung juga ikut terendam. Untuk areal pertanian ada sekitar 60 hektare yang terdampak banjir, sementara untuk areal perkebunan sekitar 44 hektare lebih pula.

“Ini adalah daftar kerugian ekonomi akibat banjir di Rahul, sementara infrastruktur yang rusak adalah satu jembatan di Kampung Tengah Tapan, dengan kategori rusak berat. Berapa total nilai kerugian yang dialami akibat banjir di dua kecamatan itu, masih dilakukan penghitungan,” timpalnya. (i/yon)

Previous articleCegah Aksi Serupa, Polisi Sisir Gereja
Next articlePenjagaan Bandara dan Tempat Ibadah Diperketat