Gubernur Libatkan Pentahelix, Minta Asita Bikin Paket Wisata Menarik

76

Pemerintah Provinsi Sumbar di bawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy, memiliki visi ‘Terwujudnya Sumatera Barat Madani yang Unggul dan Berkelanjutan’. Visi itu didukung salah satu misi yaitu Meningkatkan Ekonomi Kreatif dan Daya Saing Kepariwisataan.

Untuk mewujudkan itu, maka Sumbar memiliki program unggulan yaitu membangun industri pariwisata yang tangguh melalui satu destinasi berkelas dunia dan 19 destinasi unggulan provinsi.

“Rasanya tepat sesuai prinsip pariwisata berbasis pasar,” ungkap Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menghadiri pelantikan Ketua sekaligus Dewan Pengurus Daerah Asita Sumbar periode 2021-2026 di Aula Kantor Gubernur, Padang, Rabu (24/3/2021).

Menurut Mahyeldi, membangun pariwisata harus paripurna dan dikerjakan bersama-sama berbagai pihak (pentahelix). SDM, destinasi, ekonomi kreatif dan pemasarannya juga dikerjakan banyak pihak.

Pemerintah tidak akan tegak sendiri dan berani menyatakan akan menyelesaikan semua misi dan target-target itu tanpa adanya kerja sama banyak pihak. Yakni dengan konsep pentahelix, lima pilar pembangunan kepariwisataan. Salah satunya adalah industri, dan salah satu industri tersebut adalah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita).

Asita adalah unsur yang berdiri paling depan untuk memasarkan dan merayu konsumen dalam hal ini wisatawan untuk mengunjungi Sumbar.

Dalam rayuan tersebut tentunya harus ada produk yang unik, spesifik dan menarik, bukan produk biasa yang sudah ada dan dijual di mana-mana. “Paket Padang- Bukittinggi-Limapuluh Kota, Padang-Padangpanjang-Tanahdatar, Padang-Mandeh, adalah produk-produk yang sudah biasa,” tukasnya.

Paket tur bisa mendatangkan orang lebih banyak, namun belum tentu bisa menahan orang tinggal lebih lama dan keluar uang lebih banyak.

Baca Juga:  Sky Lounge Hotel Ini Tertinggi di Sumbar, Sajikan 101 Menu Ramadhan

“Yang bisa melakukan hal itu adalah produk atau paket-paket tur yang tidak biasa, dalam bentuk paket wisata yang dialami,” katanya.

Karena itu, Mahyeldi berharap, Asita Sumbar yang dipimpin Darmawi bersama anggotanya ke depan bisa menilai dan mendesain paket-paket wisata tersebut.

“Ada paket treking ka sawah, treking ka ladang, menenun, memasak randang, mamandian kabau, dan lain-lain yang akan bisa dikenang seumur hidup oleh wisatawan. Jadi, kita harus menawarkan hal-hal yang menarik bagi mereka. Tentunya dengan hal yang tidak mereka dapatkan selama ini di lingkungan mereka,” jelas mantan Wali Kota Padang itu.

Gubernur yakin Asita dan anggotanya bisa mendatangkan turis berkualitas, bukan turis massal lagi ke Sumbar.

“Kami yakin pengurus Asita yang baru, pastinya adalah generasi yang lebih muda, yang bisa membaca orientasi pasar yang sangat potensial untuk kita tarik datang ke Sumbar,” katanya dalam pelantikan yang dilakukan Ketua Umum DPP Asita N. Rusmiati dan dihadiri Konsulat Jenderal Malaysia di Pekanbaru, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial serta para bupati dan wali kota.

Dia juga mengajak Asita sebagai partner strategis pemerintah daerah untuk selalu bergandeng tangan, di antaranya melalui diskusi-diskusi bernas dan melahirkan kesepakatan yang kolaboratif dan menguntungkan semua pihak.

“Pariwisata adalah tentang mensejahterakan masyarakat dan masyarakat yang sejahtera karena aktivitas pariwisata pasti akan mendukung setiap upaya pembangunan dan pengembangan kepariwisataan,” tambahnya.(*)

Previous articlePemimpin BNI Bandung Borong Buku Trilogi The Power of Silaturahim
Next articleAman Dikunjungi saat Pandemi, Audy Ajak Wisatawan ke Mentawai