Harga Emas Turun ke Rp 2.050.000, Daya Beli Naik Capai 70 Persen

ilustrasi. (Dok. JawaPos.com)

Jelang akhir tahun, harga emas 24 karat mulai turun. Kondisi ini dimanfaatkan sebagian warga untuk membeli emas. Seperti pantauan Padang Ekspres di Pasar Raya Padang dan Pasar Pariaman, Jumat (27/11).

”Sudah seminggu terakhir terus turun. Ini sudah tren tahunan, harga emas turun di akhir tahun. Biasanya nanti naik lagi di awal tahun,” ujar pemilik Toko Emas Murni Pasar Pariaman, Emilia.

Ia menjelaskan, seminggu lalu harga emas 24 karat masih Rp 870 ribu per gram saat ini turun menjadi Rp 825 ribu per gram. Untuk emas perhiasan turun dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 2.050.000 per emas atau setara 2,5 gram.

Turunnya harga dimanfaatkan warga Kota Pariaman yang ingin berinvestasi. Jumlah konsumen yang membeli emas meningkat hingga 50 persen. Jika sebelumnya jumlah warga yang menjual emas perhiasan lebih banyak, saat ini sebaliknya.

Transaksi di toko emas milik Emilia lebih banyak yang membeli dibandingkan yang menjual emas perhiasan. ”Jika dibuat perbandingannya antara yang membeli dan menjual adalah 70 persen banding 30 persen,” ujarnya.

Untuk emas perhiasan, didominasi kaum ibu-ibu. Mereka rata-rata membeli dengan jumlah diatas lima emas. Perhiasan jenis cincin dan gelang menjadi pilihan, karena ongkos pembuatannya lebih hemat dibanding perhiasan kalung dan lainnya.

Sementara jenis emas logam mulia 24 karat kadar 99 persen, pembelinya didominasi kaum muda. Saat ini sebut Emilia, kaum muda juga melek investasi. Rata-rata mereka yang memiliki penghasilan tetap menabung dengan membeli emas jenis logam mulia.

Baca Juga:  Konsumsi Energi kian Mahal, Kurangi Ketergantungan Impor LPG

Begitu juga emas perhiasan di Pasar Raya Padang, terpantau turun dari sebelumnya. Hal ini dikarenakan oleh perubahan nilai mata uang Dollar AS. ”Harga emas perhiasan 24 karat saat ini sedang turun. Dari sebelumnya Rp 2,235 juta per 2,5 gram menjadi Rp 2,050 juta per 2,5 gram,” kata Doni, 45, pedagang emas di Toko Mas Sumatra.

Selain harga emas perhiasan, emas murni atau emas padu juga mengalami penurunan sekitar Rp 150 ribu dari Rp 2,250 juta per 2,5 gram turun menjadi Rp 2,1 juta per 2,5 gramnya. Doni mengatakan, tren penurunan harga emas sudah terjadi selama dua pekan belakangan ini. Menurutnya, harga emas mulai turun semenjak Pilpres AS usai.

Hal senada juga disampaikan oleh Fadly, 27, pedagang emas di toko Murni Gold and Jewelry. Ia mengatakan hampir semua harga emas grafiknya sedang turun. ”Harga emas terus turun, mulai dari awal bulan sampai saat sekarang. Dihitung dari dua pekan terakhir, harga emas perhiasan per 2,5 gram turun sebesar Rp 175 ribu dan harga emas batangan per 2,5 gramnya turun sebesar Rp 150 ribu,” ucap Fadly. Sementara itu, menurut Fadly, harga emas yang turun belum terlalu mempengaruhi pembelian ataupun penjualan emas secara signifikan. (nia/mg2)

Previous articleLantai 3 Gedung Olahraga HBT Terbakar
Next articleHaas Segera Umumkan Line-up, Dua Pembalap Rookie Mencuat ke Permukaan