Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Loco Da Costa: Band dengan Warna Surf Rock dan Energi Punk

Adetio Purtama
Penulis: Adetio Purtama❯

Loco Da Costa merupakan band bergenre surf rock yang tetap eksis berkarya di Sumatera Barat.
Loco Da Costa merupakan band bergenre surf rock yang tetap eksis berkarya di Sumatera Barat.
Skena musik independen di Kota Padang kembali diramaikan dengan kehadiran band bernama Loco Da Costa, yang membawa warna berbeda melalui eksplorasi genre surf rock yang dipadukan dengan sentuhan garage dan energi punk. Band ini resmi terbentuk pada akhir tahun 2024 atas inisiatif Galang, yang juga mengisi posisi bass.


Advertisement

Laporan ADETIO PURTAMA, Padang—

Berawal dari keresahan akan minimnya warna musik surf punk di kota, Galang mencoba menghadirkan “ombak baru” dalam dinamika skena lokal. Ia kemudian mengajak Yudha, seorang drummer dengan latar belakang kampus yang dikenal aktif dan penuh eksplorasi.

Formasi ini semakin solid setelah Fauzan, gitaris sekaligus vokalis, direkrut dari band lokal lain. Sosok Chairi kemudian bergabung sebagai lead guitar, yang ditemukan dalam momen tak terduga di kawasan pesisir. Setelah sempat mengalami beberapa kali pergantian, posisi keyboard akhirnya diisi oleh Adim.

Advertisement

Dengan formasi lengkap Fauzan (vokal/gitar), Galang (bass), Yudha (drum), Chairi (lead guitar), dan Adim (keyboard), Loco menghadirkan warna musik yang segar dan dinamis. Mereka sepakat bahwa konsep yang dibawa terasa “nagih” dan menjadi identitas baru di tengah skena musik Sumatera Barat yang selama ini belum banyak mengeksplorasi surf punk.

Nama “Loco” sendiri diambil dari bahasa Spanyol yang berarti “gila”. Jika dipanjangkan menjadi “Loco da Costa”, maknanya merujuk pada “orang-orang gila dari pesisir”. Meski tanpa alasan filosofis yang rumit, nama tersebut dipilih karena terdengar unik, mudah diingat, dan merepresentasikan karakter mereka yang bebas dan eksploratif.

Secara musikal, Loco mengakui terinspirasi dari band-band seperti The Panturas dan Kelompok Penerbang Roket, khususnya dalam lagu mereka yang berjudul Selatan. Namun, tiap personel membawa pengaruh berbeda.

Advertisement

Yudha, misalnya, dipengaruhi pop punk yang membuat tempo musik Loco terdengar lebih cepat dan agresif. Selain itu, referensi seperti Blink-182, Nirvana, hingga ALI turut memperkaya karakter musik mereka.

Meski memiliki banyak referensi, Loco Da Costa menegaskan bahwa mereka terus mengembangkan identitas musik sendiri yang khas dan berbeda dari band lain. Hal ini sudah mulai terlihat dalam karya perdana mereka berjudul “Selatan”.

Lagu Selatan menjadi representasi fenomena kehidupan kampus yang mereka alami, khususnya terkait krisis identitas mahasiswa di lingkungan akademik yang dikenal “dalam”. Lirik dan nuansa lagu ini mencerminkan fase pencarian jati diri yang relevan dengan generasi muda saat ini.

Dalam perjalanan awalnya, Loco Da Costa telah tampil di sejumlah panggung, mulai dari gigs kampus hingga acara musik independen. Panggung pertama mereka berlangsung di kawasan Kampus Selatan, kemudian berlanjut ke ArtCampBeach di Cubadak Island Retreat, hingga KBSS XII di Solok. Meski demikian, Pendopo Selatan tetap menjadi tempat yang paling berkesan bagi mereka.

Di balik perjalanan tersebut, Loco Da Costa juga menghadapi tantangan internal, terutama dalam menjaga konsistensi di tengah kesibukan masing-masing personel. Namun, mereka mengapresiasi ekosistem musik Sumatera Barat yang dinilai suportif, mulai dari sesama musisi, sound engineer, hingga penikmat musik.

Band ini juga memanfaatkan platform digital untuk mendistribusikan karya serta membangun kampanye musik mereka agar menjangkau audiens yang lebih luas. Mereka percaya bahwa ekosistem musik yang sehat terbentuk dari kolaborasi dan saling menghargai antar semua pihak, baik musisi, penyelenggara acara, maupun penonton.

Ke depan, Loco Da Costa berharap skena musik Padang terus berkembang dengan semangat saling mendukung dan berbagi. Mereka juga menegaskan pentingnya konsistensi dan pengetahuan dalam bermusik, baik dari sisi teknis panggung maupun produksi karya.

Saat ini, Loco Da Costa tengah bersiap merilis lagu kedua yang proses kreatifnya telah rampung. Mereka berencana segera masuk tahap rekaman dalam waktu dekat sebagai langkah lanjutan dalam perjalanan musik mereka. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dwiyogo Rilis EP Perdana Puri Baluwarti: Merangkai Kisah Cinta dari Awal hingga Perpisahan

Dwiyogo Rilis EP Perdana Puri Baluwarti: Merangkai Kisah Cinta dari Awal hingga Perpisahan

Solois asal Sumatera Barat, Dwiyogo, resmi merilis EP perdana Puri Baluwarti yang berisi enam lagu bertema cinta, nostalgia, dan perjalanan emosi.

Coldprey Ungkap Perjalanan Bermusik: Mulai dari Album LifeMine, Semangat Berkarya tanpa Henti

Coldprey Ungkap Perjalanan Bermusik: Mulai dari Album LifeMine, Semangat Berkarya tanpa Henti

Coldprey, band metalcore asal Sumbar, mengungkap perjalanan bermusik, kisah di balik album LifeMine, serta komitmennya terus berkarya di skena musik.

Perjalanan Band Hardcore Punk, Stage Youth: Konsisten Suarakan Isu Sosial

Perjalanan Band Hardcore Punk, Stage Youth: Konsisten Suarakan Isu Sosial

Perjalanan Stage Youth, band hardcore punk asal Sumbar yang konsisten mengangkat isu sosial lewat musik, kini bersiap merilis album penuh.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer