Laporan ADETIO PURTAMA, Padang—
Perjalanan bermusik Rendi sebenarnya telah dimulai sejak 2007. Saat itu ia bersama beberapa teman tongkrongan yang memiliki selera musik serupa membentuk sebuah band bernama Potensi. Band tersebut lahir dari kecintaan mereka terhadap musik pop dan alternative pop yang saat itu cukup populer di kalangan anak muda.
Sejak berdiri, band Potensi cukup aktif mengikuti berbagai festival band lokal di Kota Padang dan sekitarnya. Bahkan, mereka sempat mengikuti audisi ajang pencarian bakat musik nasional, yakni A Mild Live Wanted pada 2008.
Namun perjalanan band tersebut tidak berlangsung lama. Seiring berjalannya waktu, kesibukan masing-masing personel membuat aktivitas bermusik mereka terhenti. Band Potensi pun akhirnya tidak lagi aktif atau bisa dibilang bubar.
Setelah sekian lama vakum dari dunia musik, semangat Rendi untuk kembali berkarya muncul ketika ia sering berinteraksi dengan teman-temannya yang juga berprofesi sebagai musisi di Kota Padang. Lingkungan pertemanan yang dipenuhi para musisi membuatnya kembali terinspirasi untuk bermusik.
Ia mengaku sering melakukan sesi jamming bersama rekan-rekannya. Dari situ muncul dorongan dari teman-teman untuk kembali serius menekuni musik.
Dukungan juga datang dari sahabatnya, Eghip Kurniawan, serta rekan-rekan lama dari band Potensi. Berkat dorongan tersebut, Rendi akhirnya memberanikan diri untuk memulai perjalanan baru sebagai solois.
Hasilnya, pada 2026 ia resmi merilis single berjudul Cerminan Masa Lalu, sebuah lagu yang menjadi penanda kembalinya ia ke industri musik.
Dalam bermusik, Rendi mengaku sejak awal lebih nyaman mengusung genre pop dengan sentuhan alternative pop. Genre tersebut telah menjadi identitasnya sejak masa band hingga sekarang saat ia meniti karier sebagai solois.
Menurutnya, musik pop memiliki daya tarik karena mudah diterima oleh berbagai kalangan pendengar. “Genre pop itu lebih mudah dinikmati karena musik dan liriknya cenderung easy listening,” ujarnya.
Dalam proses kreatifnya, Rendi mengaku banyak terinspirasi oleh sejumlah musisi dan band ternama, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa di antaranya adalah Ungu, Noah, D'Masiv, Oasis, Coldplay, Hoobastank, serta Dashboard Confessional.
Musisi-musisi tersebut, kata Rendi, masih menjadi inspirasi dalam menciptakan karya hingga saat ini.
Lagu dari Pengalaman Pribadi
Single Cerminan Masa Lalu yang dirilis pada 2026 menjadi karya perdana Rendi sebagai solois. Lagu tersebut terinspirasi dari pengalaman pribadi yang pernah ia alami. Menurutnya, menulis lagu berdasarkan pengalaman pribadi membuat proses penciptaan terasa lebih jujur dan emosional.
Hingga saat ini, Cerminan Masa Lalu masih menjadi satu-satunya karya resmi yang telah dirilisnya. Meski demikian, Rendi mengungkapkan bahwa ia tengah mempersiapkan karya berikutnya.
Selama aktif bermusik bersama band Potensi, Rendi pernah tampil di berbagai panggung festival band lokal. Salah satu pengalaman yang paling berkesan terjadi ketika mereka tampil di sebuah festival band di GOR sekitar 2007–2008.
Saat itu, penampilan band mereka bahkan sempat disangka oleh juri sebagai penampilan bintang tamu, padahal mereka sebenarnya peserta audisi.
Hal tersebut terjadi karena penampilan mereka yang cukup energik saat membawakan lagu Ciuman Pertama milik Ungu. Penonton yang hadir bahkan ikut bernyanyi bersama di depan panggung. “Teman-teman penonton sampai ikut sing along. Itu salah satu momen yang paling berkesan,” kenangnya.
Tantangan Musisi di Sumatera Barat
Rendi juga mengakui bahwa meniti karier sebagai musisi di Sumatera Barat tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah terbatasnya wadah promosi bagi para musisi lokal.
Menurutnya, saat ini platform digital memang sangat membantu dalam mendistribusikan karya musik. Namun para musisi juga harus mampu beradaptasi dengan algoritma platform agar karya mereka bisa menjangkau lebih banyak pendengar.
Meski begitu, ia menilai perkembangan gigs musik di Sumatera Barat sudah cukup positif. Berbagai acara musik lokal kini mulai memberikan ruang bagi musisi daerah untuk tampil dan memperkenalkan karya mereka.
Ia juga melihat skena musik lokal semakin hidup karena banyak musisi yang terus berkarya dan menghasilkan lagu-lagu baru.
Harapan untuk Musik Sumbar
Rendi berharap dunia musik di Sumatera Barat semakin berkembang dan mendapatkan perhatian lebih luas di tingkat nasional.
Menurutnya, salah satu cara untuk mendorong hal tersebut adalah dengan menghadirkan lebih banyak festival musik yang dapat menjadi wadah bagi musisi lokal untuk menunjukkan karya mereka.
Ajang seperti A Mild Live Wanted, menurutnya, pernah menjadi ruang penting bagi band-band daerah untuk memperkenalkan karya mereka ke tingkat nasional.
Ia juga menilai karya musik yang easy listening dan memiliki potensi komersial dapat menjadi salah satu jalan bagi musisi daerah untuk menembus pasar musik nasional.
Siapkan Single Kedua
Saat ini Rendi tidak ingin berhenti hanya pada satu karya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tengah menggarap single kedua yang rencananya akan dirilis dalam waktu mendatang.
Meski belum membocorkan detail lagu tersebut, ia memastikan proses produksi sedang berjalan. “Sekarang sedang proses penggarapan single kedua,” katanya.
Kembalinya Rendi Kara ke dunia musik, diharapkan skena musik Kota Padang semakin berwarna dan mampu melahirkan lebih banyak musisi lokal yang berkarya hingga tingkat nasional. (*)
Editor : Adetio Purtama