Pecandu Narkoba Capai 60 Ribu, BNNP Sumbar Butuh Dukungan

7
ilustrasi. (net)

Pecandu narkoba di Sumbar mencapai 60 ribu orang. Sumbar termasuk daerah “merah” peredaran narkoba. Untuk itu perlu penanganan serius dan terus menerus dalam pemberantasan narkoba.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar Brigjen Pol Khasril Arifin Chaniago dalam paparan pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di DPRD Sumbar, kemarin (31/3).

Tahun 2020, BNNP menangani 26 kasus dengan tersangka 41 orang. Pada Januari-Maret, BNNP sudah menangani 6 kasus. Disampaikannya, Sumbar dijadikan perlintasan bagi pengedar narkoba.

Pintu masuknya jelas dan sudah terpetakan. Untuk ganja, masuknya dari Pasaman. Ganja ini dibawa dari Aceh, Medan, dan masuk ke Sumbar melalui Pasaman. Yakni lewat jalan darat. Sedangkan untuk sabu dan ekstasi terpantau masuk dari Pekanbaru, Riau melalui Kabupaten Limapuluh Kota.

Untuk itu, BNN kabupaten/kota yang berada didaerah perbatasan tadi ditingkatkan kesiagannya. Termasuk dalam upaya menankap pelaku pengguna atau pengedarnya. “Data nasional tak ada desa yang bebas dari narkoba. Ini artinya juga di Sumbar. Apalagi Presiden Joko Widodo sudah menyatakan perang melawan narkoba,” katanya.

Untuk di Sumbar, BNNP terus melakukan sejalan antara pencegahan dan pemberantasan. Selain melakukan penangkapan pada pengguna dan pengedar narkoba, juga dilakukan sosialisasi pencegahan. Untuk penangkapan pengguna dan pengedar narkoba, dirinya tak menampik masih kekurangan sarana dan prasarana.

Baca Juga:  Antisipasi Napi Kabur, Lapas Dibenahi

Sehinga upaya penangkapan terkesan kurang maksimal. Dia mencontohkan kurangnya kendaraan operasional petugas. Belum lagi sarana berupa kendaraan laut berupa kapal.
Sedangkan untuk sosialisasi, pihaknya juha terkendala anggaran dan sarana. Saat ini, untuk sosialisasi ada pihak lainnya yang membantu, seperti pemasangan spanduk, baliho, dan lainnya.

Ketua DPRD Sumbar Supardi menyampaikan setelah mendengar paparan BNNK dan melihat kenyataan saat ini, dia mendukung kinerja BNNP dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Untuk itu, dia akan membantu mengkoordinasikan dengan pihak Pemprov Sumbar. “Berat tugas BNN saat ini. Kita akan mendukung kinerja BNN di Sumbar. Tentu sesuai dengan kewenangan kita,” katanya.

Supardi menambahkan dibutuhkan juga rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Dia menyampaikan untuk anggaran, bisa saja anggota dewan ini menggunakan pokir dalam bentuk upaya sosialisasi atau pemberantasan narkoba.

Seperti disampaikan anggota DPRD Sumbar Epi Yandri yang menganggarkan pokir dalam bentuk sosialisasi dan kegiatan pencegahan narkoba. “Saya telah memulainya. Sebagian pokir ditumpangkan untuk pencegahan narkoba,” katanya.

Asisten II Pemprov Sumbar Benny Warlis yang hadir dalam kegiatan tersebut mengakui ada keterbatasan provinsi dalam membantu kinerja BNNP. Misalnya dengan pinjam pakai kendaraan dinas Pemprov Sumbar untuk operasional. “Kita akan bantu sesuai dengan ketentuan,” katanya. (eko)

Previous articleTerusan Suez Kembali Normal
Next articleDinas PU Benahi Infrastruktur Penunjang PRP