Bripka Zuyu Gianto Peraih Pin Emas Kapolri, Berdakwah dari Masjid hingga Lapangan Sepakbola

Bripka Zuyu Gianto membantu warga yang menjadi korban banjir di Limapuluh Kota. (IST)

Baik menjadi orang penting, tapi lebih penting menjadi orang baik. Ungkapan Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso yang dituturkan mantan Kapolri Widodo Budidarmo dalam Buku “HOEGENG-Oase Menyejukkan Di Tengah Perilaku Koruptif Para Pemimpin Bangsa” tersebut, seakan menjadi cambuk bagi Bripka Zuyu Gianto, 36, anggota Polres Limapuluh Kota, Sumbar untuk terus berbuat baik. Hingga tak disangka-sangka, alumni Fakultas Peternakan Unand ini meraih pin emas dari Kapolri Jenderal Idham Aziz dalam peringatan Hari Bhayangkara 2020.

Sebelum pandemi Covid-19 mengguncang dunia, Bripka Zuyu Gianto tiap hari Jumat rutin berkhutbah dari suatu masjid ke masjid lainnya di Nagari Pilubang dan Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumbar. Aktivitas pria kelahiran Balairupih, Simalanggang, Limapuluh Kota, 6 April 1984 ini, tentu saja menarik perhatian warga. Terutama, jamaah Shalat Jumat.

”Awal beliau naik mimbar, jamaah di masjid kami sempat ragu dan bertanya, apakah mungkin polisi ini bisa memenuhi syarat dan rukun khutbah Shalat Jumat? Sebab, masyarakat kita kebanyakan tahunya, polisi hanya bisa menilang pelanggar lalu-lintas atau menangkap penjahat. Jarang-jarang ada polisi bisa jadi khatib atau mubalig,” kata Syafriadi Datuak Baro, 49, pengurus Masjid Nurul Yaqin, Pilubang, kepada Padang Ekspres, Selasa (30/6).

Dalam kondisi warga yang masih ragu-ragu dengan kemampuan Bripka Zuyu itu, Datuak Baro bersama pengurus masjid berupaya meyakinkan para jamaah. “Saya bilang kepada jamaah, kita coba saja sekali. Ternyata, Pak Zuyu ini bisa memenuhi syarat, rukun, dan adab khatib Shalat Jumat. Cara beliau berkhutbah disukai warga. Malahan, warga jadi bertanya kapan beliau diundang lagi. Sehingga, sekali dua minggu kami jadwalkan Pak Zuyu jadi khatib Shalat Jumat di masjid kami,” tutur Datuak Baro.

Tidak hanya menjadi khatib Shalat Jumat di masjid, Bripka Zuyu Gianto rutin pula berdakwah dari suatu mushala ke mushala lainnya di Nagari Pilubang. Bahkan, Bripka Zuyu juga didapuk sebagai salah satu instruktur pelatihan khutbah Jumat di nagari tersebut. “Beliau juga sering memberi penyuluhan tentang bahaya narkoba. Selain itu, banyak aktivitas sosial kemanusiaan yang beliau lakukan di nagari kami. Seperti, membagikan beras bantuan dari Polres Limapuluh Kota, untuk warga miskin,” kata Datuak Baro.

Cerita Datuak Baro juga dibenarkan Wali Nagari Taram, Defrianto Ifkar. Kebetulan, Bripka Zuyu Gianto selain menjadi Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di Nagari Pilubang, juga bertugas sebagai Bhabinkamtibmas sekaligus Kepala Pos Polisi (Kapospol) di Nagari Taram, yang merupakan desa berprestasi nasional 2019 di Wilayah Regional I Indonesia, meliputi seluruh provinsi di Pulau Sumatera plus satu provinsi di luar Sumatera.

Menurut Defrianto Ifkar yang dihubungi Padang Ekspres secara terpisah, kiprah Bripka Zuyu sebagai Bhabinkamtibmas di Nagari Taram dan Nagari Pilubang memang terbilang istimewa. “Saya sudah lama mengenal Zuyu. Jauh sebelum dia jadi Bhabinkamtibmas di Taram. Karena, kami sama-sama pernah aktif dalam sepakbola. Zuyu orangnya kreatif. Bekerja dengan total dan penuh tanggung jawab, serta tidak sulit berkomunikasi dengannya,” kata Defrianto, Selasa siang (30/6).

Sebagai Bhabinkamtibmas di Nagari Taram, Bripka Zuyu menurut Defrianto, bisa mengambil hati masyarakat di seluruh lini. “Dalam bidang keagamaan, Bripka Zuyu cukup punya kemampuan. Diawali kerja sama yang baik dengan pemerintah nagari, lembaga-lembaga nagari dan masyarakat, Bripka Zuyu setiap pekan punya jadwal rutin, menyampaikan khutbah Jumat dan membina wirid remaja di Nagari Taram,” kata Defrianto Ifkar.

Tidak itu saja, dalam bidang kemanusiaan, Bripka Zuyu dikenal warga Nagari Taram sebagai polisi yang punya empati sosial tinggi. Pernah ada penderita gangguan jiwa di Nagari Taram yang kerjanya berjalan-jalan saja, hilang tak tentu rimbanya. Bripka Zuyu bersama pemerintah nagari melakukan pencarian sampai tengah malam, bahkan sampai ke Padang. Kemudian, sewaktu penderita gangguan jiwa ini kembali berjalan-jalan dan ditemukan di Pasar Payakumbuh pada malam hari, Bripka Zuyu memboncengnya dengan sepeda motor ke Nagari Taram.

”Ada pula kegiatan lain yang dilakukan Bripka Zuyu dibidang sosial dan  kemanusiaan di Nagari Taram, yakni memandikan para tuna wisma dan penyandang disabilitas yang tidak punya tempat tinggal. Kegiatan ini rutin dilakukan. Karena memang Zuyu punya kepedulian cukup tinggi. Dan, komunikasinya dengan pemuda sangat bagus. Sehingga, Zuyu juga bisa memberdayakan generasi muda,” kata Defrianto Ifkar.

Di sisi lain, Bripka Zuyu Gianto yang dihubungi Padang Ekspres, Senin lalu (29/6) atau sebelum dia bertolak ke Padang untuk menerima penghargaan dan pin emas dari Kapolri Jenderal Idham Aziz dalam puncak perayaan HUT ke-74 Bhayangkara di Mapolda Sumbar pada hari ini (1/7) menyebut, dirinya belumlah apa-apa. “Masih banyak anggota Polri dan Bhabinkamtimas yang lebih baik dari saya. Saya belumlah apa-apa,” kata Bripka Zuyu dengan nada merendah.

Putra sulung pasangan suami-istri Zulfahmi dan Yurnita asal Balairupih, Simalanggang, Limapuluh Kota ini menyebut, aktivitas sebagai khatib Shalat Jumat dan penceramah agama yang dilakukannya di Nagari Pilubang dan Nagari Taram, kemudian juga pernah sampai ke ujung Kecamatan Kapur IX dan Kecamatan Suliki, sebenarnya manifestasi dari salah satu fungsi Polri dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002. Yakni, memberi perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Begitu pula dengan kegiatan lain yang dilakukannya. Seperti, mengurus penderita gangguan jiwa, menggagas program Warung Kamtibmas, mengaktifkan wirid remaja bulanan, ronda dan patroli malam, meningkatkan komunikasi dengan niniak mamak dan pemuka masyarakat untuk menekan angka kriminalitas, hingga kegiatan tiada hari tanpa silaturahmi. Semua itu, menurut Bripka Zuyu Gianto, wujud dari tugas pokok Bhabinkamtibmas.

“Dalam Peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pemolisian Masyarakat ditegaskan bahwa tugas pokok Bhabinkamtibmas itu adalah melakukan pembinaan masyarakat, deteksi dini dan mediasi, agar tercipta kondisi yang kondusif. Nah, sesuai dengan attensi dari pimpinan, tugas pokok Bhabinkamtibmas inilah yang saya coba lakukan di Nagari Taram dan Nagari Pilubang melalui berbagai media komunikasi yang ada. Baik melalui khutbah Jumat, ceramah agama, atau kegiatan lainnya,” kata Bripka Zuyu.

Dalam menyampaikan khutbah Jumat dan ceramah keagamaan, Bripka Zuyu yang pernah mengecap pendidikan SD di Balairupih, MTSN di Koto Nan Ompek, MAN di Parambahan Payakumbuh dan kuliah di Fakultas Peternakan Unand Padang, ternyata punya pengalaman tersendiri. Suami dari Selly Hargiana, 35, dan ayah dari Muhammad Zafran Al-Khalifi ini merasa, saat dia berdakwah dengan memakai seragam Polri, tanggapan masyarakat menjadi berbeda.

”Waktu kita berkhutbah dengan memakai seragam polisi, memang berbeda tanggapan masyarakat dibandingkan kita menggunakan baju biasa. Mungkin karena masyarakat, jarang-jarang melihat polisi berkhutbah,” kata Bripka Zuyu yang mulai bertugas sebagai anggota Polri sejak tahun 2008 silam, dengan penempatan pertama di Satuan Sabhara selama enam bulan dan di Satreskrim selama 10 tahun.

Bripka Zuyu sendiri mengaku, tidak menyangka aktivitas dan inovasi yang digagasnya sebagai Bhabinkamtibmas di Nagari Taram dan Nagari Pilubang sejak awal Januari 2018 sampai Juni 2020 ini akan mendapat apresiasi dari pimpinan Polri. “Saya tidak menyangka akan diundang ke Mapolda Sumbar untuk menerima pin emas dari Kapolri Jenderal Idham Aziz. Saya tentu bersyukur atas penghargaan ini dan berterima kasih kepada pimpinan di Polres Limapuluh Kota dan Polda Sumbar,” kata Bripka Zuyu.

Menariknya, selain aktif sebagai Bhabinkamtibmas di Nagari Taram dan Nagari Pilubang, Bripka Zuyu Gianto juga aktif membina generasi muda di kampung halamannya di Nagari Simalanggang, Limapuluh Kota yang sudah masuk dalam wilayah hukum Polres Payakumbuh. Bahkan, sejak 2007 hingga sekarang, sudah 11 kali Bripka Zuyu, menjadi ketua panitia atau mengurus open turnamen sepakbola tingkat Sumatera di Nagari Simalanggang dengan melibatkan pemuda-pemuda setempat.

Kejuaran sepakbola se-Sumatera yang rutin digelar di Simalanggang, memperebutkan piala Bupati Limapuluh Kota ini, pernah mendapat perhatian dari mantan pelatih timnas PSSI Nilmaizar dan sejumlah praktisi sepakbola Sumbar. Kejuaraan yang mulai digagas Bripka Zuyu semasa masih kuliah di Fakultas Peternakan Unand ini, menurut Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan yang dikenal “gila bola”, mampu memotivasi generasi muda lainnya di Limapuluh Kota untuk aktif dalam sepakbola.

“Memang, Zuyu itu kreatif. Dia bisa, membina karakter generasi muda dimana saja berada. Termasuk lewat sepakbola. Itu juga bagian dakwah sebenarnya,” kata Ferizal Ridwan yang akrab disapa Feri Buya. Hal serupa juga pernah disampaikan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, sewaktu menutup penyelenggaraan Open Tournamen Simalanggang Cup XI pada Maret lalu atau sebelum  terjadi pandemi Covid-19. “Turnamen sepakbola yang digagas Bripka Zuyu di Simalanggang ini benar-benar spektakuler. Bisa menjadi wahana untuk membina generasi muda dalam bidang olahraga,” kata Irfendi Arbi, kala itu.

Kembali kepada Bripka Zuyu, dia akan menerima pin emas Kapolri dari Kapolda Sumbar Irjen Toni Harmanto pada Rabu ini (1/7). Lantaran penghargaan itu baru akan diserahkan, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Sri Wibowo yang dihubungi Padang Ekspres secara terpisah, belum bisa banyak berkomentar. Namun, AKBP Sri Wibowo mengaku bersyukur dan bangga dengan kiprah anggotanya ini.

“Mengingat SKep (Surat Keputusan) tentang penghargaan itu belum saya terima, saya belum bisa banyak komentar. Namun, memang informasinya Bripka Zuyu akan mendapat penghargaan dari Kapolri. Yang akan diserahkan oleh Kapolda Sumbar dalam peringatan HUT ke-74 Bhayangkara. Saya berharap, penghargaan emas ini bila meningkatkan pengabdian Bripka Zuyu untuk masyarakat. Sekaligus bisa memotivasi para Bhabinkmatibmas lainnya di Limapuluh Kota,” kata AKBP Sri Wibowo ramah. (***)