Mantan Kakanwil DJBC Cerah Bangun jadi Calon Hakim Agung

118

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah menyetujui dua calon Hakim Agung dan dua calon Hakim Agung Ad Hoc Tipikor pada Mahkamah Agung (MA) dalam rapat Paripurna di Senayan, Jakarta, Kamis (30/6/2022).

Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir mengatakan, Komisi III telah melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap delapan calon hakim agung dan tiga Calon Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi di MA.

Kemudian, menyetujui dua calon hakim agung dan dua calon hakim ad hoc pada pengadilan Tipikor di Mahkamah Agung, yakni calon Hakim Agung Dr Nani Indrawati SH, MHum dan Dr Cerah Bangun SH, MH. Sedangkan, calon hakim Ad Hoc pada Mahkamah Agung, yakni Dr Agustinus Purnomo Hadi SH, MH dan H Arizon Mega Jaya.

Adies mengharapkan segenap Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc Tipikor pada MA yang terpilih dapat memberikan jaminan keadilan yang dapat diterima setiap putusan-putusannya oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia.

“Jadi kami harapkan integritas para hakim agung dan hakim ad hoc tipikor ini betul-betul sekali lagi dapat memberikan rasa keadilan untuk seluruh masyarakat Indonesia melalui setiap putusan yang tidak mengandung polemik seperti beberapa putusan akhir-akhir ini yang banyak menjadi polemik di tengah masyarakat,” tandas Adies.

Baca Juga:  Hakim Sidang Dugaan Korupsi KONI Padang Minta Jaksa Hadirkan Mahyeldi

Salah satu calon hakim agung Pengadilan Tipikor MA, Cerah Bangun sebelum menjabat Direktur Keberatan Banding dan Peraturan.l, dia pernah menjabat Kakanwil DJBC Sulbagtara. Cerah Bangun juga pernah menjabat Kakanwil DJBC Maluku, Papua dan Papua Barat.

Tahun 2005, dia memperoleh penghargaan pegawai berprestasi luar biasa dari Direktur Jenderal Bea dan Cukai. Atas pengabdiannya selama ini, Presiden Republik Indonesia menganugerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya XX.

Cerah Bangun merupakan Alumnus D III di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Tahun 1994. Kemudian melanjutkan pendidikan dengan pendidikan terakhir S3 di Universitas Indonesia tahun 2018.(fjr/jpg)