Mahyeldi dan Audy Temui Kapolda, Kajati dan Kabinda Sumbar

188

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy menemui Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda), Selasa (2/3/2021).

Ketika menemui Kapolda Irjen Pol Toni Harmanto, Gubernur dan Wagub bersama pejabat teras pemprov berjalan kaki dari Kantor Gubernur yang bersebelahan dengan Mapolda di Jalan Sudirman, Padang.

Gubernur dan Wagub didampingi Sekprov Sumbar Alwis, Asisten II Benni Warlis, Kepala Badan Kesbangpol Nazwir, Kepala Dinas Pendidikan Adib Alfikri, Kepala Biro Humas Hefdi dan Kepala Biro Rantau Luhur Budianda diterima Kapolda di ruangan kerjanya Lantai 2, Mapolda.

Pertemuan dengan Kapolda berlangsung penuh kekeluargaan. Mereka terlihat akrab dan bercengkrama.

“Saya sangat senang bisa bertemu dengan Kapolda. Sebelumnya memang sudah pernah bertemu, namun kali ini saya datang sebagai Gubernur Sumbar,” ungkap  Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, kunjungan ini untuk bersilaturahmi dan mempererat hubungan baik. Mantan Wali Kota Padang inipun berharap bisa saling mendukung dalam memastikan kondisi Sumbar selalu aman dan nyaman.

Dalam silaturahmi itu, Gubernur bersama Kapolda meneken kerja sama sinergitas pelaksanaan kegiatan ketertiban umum dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Sumbar.

Kapolda Sumbar mengatakan pihaknya terus membangun senergitas, kolaborasi dengan Pemprov Sumbar dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Sangatlah wajar bila eksekutif ada hubungan yang harmonis bersama-sama membangun pemerintahan demi pelayanan masyarakat yang lebih baik lagi. Mudah-mudahan Sumbar ke depan akan lebih baik lagi, lebih sejahtera serta sumberdayanya semakin kompetitif,” harapnya.

Bertemu Kajati

Setelah dari Mapolda, Gubernur dan Wagub bertemu Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Anwarudin Sulistiyono di Kantor Kejati Sumbar, Jalan Raden Saleh Padang.

“Kita berharap dalam pertemuan ini, bisa terus bekerja sama dalam penegakan hukum dan mendukung program pemerintah,” kata Mahyeldi di ruangan kerja Kajati.

Baca Juga:  Antisipasi Napi Kabur, Lapas Dibenahi

Mahyeldi menyampaikan, setiap instansi sudah ada fungsi dan tugasnya masing-masing. Pemerintan membutuhkan sinergitas dan komunikasi yang baik dalam pelaksanaan program-program pembangunan.

Kajati Sumbar Anwarudin Sulistiyono mengatakan pertemuan ini merupakan silaturahmi. Budaya baik yang harus dipelihara.

“Ini juga dalam rangka berkoordinasi, berkomunikasi, bersama-sama karena membangun provinsi ini butuh kekompakan dan kebersamaan,” ujarnya.

Pihaknya siap mendukung kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Pemprov Sumbar di bawah kepemimpinan Mahyeldi dan Audy.

Bertemu Kabinda

Usai bertemu dengan Kajati,  Gubernur dan Wagub mengunjungi Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sumbar, di kantornya.

Kehadiran Mahyeldi dan Audy bersama rombongan disambut baik Kabinda Sumbar Suwondo R. Baskoro.

Gubernur membuka pembicaraan dengan membahas isu-isu terkini di Indonesia khususnya di wilayah Sumbar, di antaranya soal pandemi Covid-19 yang kini tengah mewabah di seluruh dunia.

“Kunjungan silaturahmi ke kantor BIN ini guna meningkatkan sinergi dan berkolaborasi agar wilayah Sumbar tetap kondusif dan selalu zero conflict,” kata Mahyeldi.

Pemerintah tengah disibukkan urusan mengatasi pandemi Covid-19. Namun hal lain, khususnya keamanan dan ketertiban masyarakat harus dijaga. “Kita semua tidak boleh lengah dan harus terus melakukan deteksi dini,” tukasnya.

Koordinasi dan kerja sama dalam pengamanan di bidang intelijen, diharapkannya terus ditingkatkan untuk menciptakan Sumbar kondusif, aman terkendali.

Kabinda Suwondo R. Baskoro juga mengharapkan dukungan Pemprov Sumbar terutama dalam berbagi informasi dan koordinasi, guna meningkatkan hubungan serta kerja sama yang selama ini telah terjalin baik.

“Sampai saat ini Sumbar masih kondusif dan aman. Masyarakat tidak terganggu dengan SKB (SKB 3 Menteri) tersebut, namun cukup inten pemberitaan di media,” kata Suwondo.

Selanjutnya ia juga melaporkan vaksinasi tahap kedua, sebagaimana akan menyasar petugas pelayanan publik dan kelompok rentan. Ia pun menyarankan agar lebih diintensifkan lagi.(rel/idr)

Previous articleKemenparekraf Uji Kesiapan Destinasi MICE di Sumatera Barat
Next articlePemerintah kembali Terima 10 Juta Dosis Vaksin Sinovac