Berdalih Dagangan Sepi Pembeli, Pedagang Ikan Jualan Sabu

16
BARANG BUKTI: Kasat Res Narkoba Polres Pariaman AKP Herit Syah melihatkan barang bukti hasil pengungkapan kasus narkoba beserta pelaku AN di Pariaman Tengah.(IST)

Berdalih dagangannya sepi pembeli, seorang pria AN, 34, yang sehari-hari berjualan ikan di Pasar Pariaman beralih menjual narkoba jenis sabu. Hasil penjualan tersebut digunakan AN untuk membeli sabu untuk dikonsumsi sendiri.

”Penangkapan AN, Kamis (24/6) sekitar pukul 17.00 di Kelurahan Karan Aur Pariaman Tengah tepatnya di depan Rumah Tabuik Pasa Kota Pariaman,”ujar Kapolres Pariaman AKBP Deny Rendra Laksmana kepada Padang Ekspres di Mapolres Pariaman, Rabu (30/6).

Kapolres yang didamapingi Kasat Resnarkoba Polres Pariaman AKP Herit Syah menjelaskan, pelaku yang sudah menjadi incaran tim Sat Res Narkoba Polres Pariaman, begitu melihat kehadiran tim Polres Pariaman, awalnya sempat hendak membuang sesuatu dari saku celananya. Namun tim dari Polres Pariaman segera mencegat pelaku dan mengamankannya. Saat diamankan ternyata di sakunya pelaku yang sehari-hari berdagang ikan di Pasar Pariaman ini mengantongi dua plastik klip yang diduga berisi sabu dan 1 kaca pyrex serta 1 buah mencis.

Pelaku kemudian digelandang ke rumahnya tak jauh dari lokasi penangkapan. Saat penggeledahan diamankan sejumlah plastik klip yang masih terbungkus, uang tunai senilai Rp 562 ribu yang diduga merupakan hasil penjualan narkoba.


Kasat menjelaskan pelaku mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang justru tidak ia kenal berasal dari kabupaten tetangga. Jadi sistemnya pelaku membeli dengan cara diantarkan langsung oleh tukang ojek nanti pelaku menyetorkan uang pembelian sabu tersebut kepada tukang ojek tersebut.

Baca Juga:  Bantah Dugaan Korupsi Dana Pokir, Ilham Maulana Beri Klarifikasi

”Pelaku tergiur dengan keuntungan penjualan narkoba apalagi saat ini ia berdalih pembeli dagangannya sepi. Pelaku sehari-hari berjualan ikan,” ujarnya.
Saat ini tim Polres Pariaman sudah mengantongi identitas pemasok barang haram tersebut. Pria berinisial I tersebut sudah ditetapkan sebagai DPO dan sedang dilakukan pencarian.

Terbukti bersalah pelaku akan dijerat dengan pasal 114 ayat 2 juncto pasal 111 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pelaku terancam pidana berat seumur hidup, paling singkat 5 tahun dan 20 tahun penjara.

Sementara itu total kasus narkoba di wilayah hukum Polres Pariaman mulai dari Kota Pariaman dan sebagian wilayah Padangpariaman mulai Januari hingga Juni mencapai 20 kasus. Dibandingkan tahun 2020 diposisi yang sama mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Bahkan dari tiga kasus dalam Juni 2021 ini total pelaku mencapai tujuh orang. Ia berharap kerja sama warga Kota Pariaman untuk terus memberikan informasi kepada pihak kepolisian tentang kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Pariaman. Dengan harapan dapat mengungkap peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Pariaman. (nia)