12 Penambang dan 8 Dompeng Diamankan

Tim gabungan Polres Sijunjung menertibkan penambangan emas ilegal di Nagari Pematangpanjang, Kabupaten Sijunjung, Senin (31/8). (IST)

Polres Sijunjung menunjukan komitmennya memberantas praktik tambang emas ilegal yang marak di daerah tersebut. Senin (31/8) sore, 12 penambang beserta sejumlah peralatan tambang diamankan petugas di Jorong Limausundai, Nagari Pematangpanjang, Kecamatan Sijunjung. Kegiatan tambang emas di lokasi tersebut diduga tanpa izin, serta telah menimbulkan kerusakan lingkungan. “Kami mengamankan 12 pekerja dan mesin dompeng di lokasi penambangan,” kata Kasubag Humas Polres Sijunjung Iptu Nasrul Nurdin.

Katanya, penindakan tambang emas ilegal itu dipimpin Waka Polres, Kompol Andi Sentosa didampingi Kasat Reskrim, AKP Fetrizal dan dibantu personel siaga regu III Polres Sijunjung. Saat personel tiba di lokasi penambang sempat kalang kabut, namun  saat dibekuk tidak ada perlawanan dari penambang tersebut.  “Saat operasi berlangsung ditemukan lebih kurang delapan mesin dompeng sedang beroperasi dan melakukan aktivitas penambangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, 12 diduga pelaku penambangan itu sudah dimintai keterangan guna penyidikan lebih lanjut. “Sampai sekarang kasusnya masih ditangani oleh Satreskrim Polres Sijunjung,” tambahnya.

Sebelumnya, sosialisasi dan imbauan terkait larangan kegiatan penambangan ilegal atau tanpa izin sudah sudah sering dilakukan Polres Sijunjung bahkan melalui berbagai acara resmi ke masyarakat.

Katanya, di Sijunjung banyak masyarakat yang mengeluh karena aktivitas illegal mining tersebut. Bahkan masyarakat sempat menilai kalau petugas tidak bernyali dan bermain mata dengan bos tambang.

Untuk membuktikan Polres Sijunjung tak neko-neko soal praktik-praktik tambang emas ilegal, tim gabungan Polres Sijunjung sudah turun ke lokasi tambang untuk mengambil tindakan tegas.

Baca Juga:  Peredaran 1,5 Kg Ganja ke Mentawai Digagalkan

“Masyarakat sudah sering mengeluh karena maraknya praktik tambang emas ilegal ini di Sijunjung. Setiap laporan masyarakat akan kami tindaklanjuti, untuk itu masyarakat jangan takut untuk melapor,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas ESDM Sumbar Hery Martinus, mendukung kegiatan penertiban  tambang emas ilegal oleh kepolisian di Kabupaten Sijunjung. Penambangan tanpa izin cenderung tidak mempedulikan lingkungan sehingga menimbulkan kerusakan.

Ia mengimbau, masyarakat dan pengusaha dapat mengurus perizinan, mengikuti regulasi jika melakukan aktivitas penambangan. Namun hal itu tidak berlaku dengan tambang rakyat tradisional yang menggunakan dulang di sungai karena tidak menimbulkan kerusakan.

“Langkah Polres Sijunjung sudah tepat, praktik illegal mining harus ditertibkan. Sudah cukup banyak terjadi kerusakan alam di berbagai daerah di Sumbar yang disebabkan oleh penambangan emas liar tersebut,” tukasnya.

Dalam mengatasi kerusakan lingkungan akibat penambangan liar, tokoh masyarakat dan ninik mamak juga harus ikut mengawasi. Jangan sampai setelah alam menjadi rusak, muncul penyesalan, sementara pengusaha yang diuntungkan tak mau bertanggungjawab.
Ujung-ujungnya, yang rugi adalah masyarakat.

Lahan yang semestinya dapat diolah dan dimanfaatkan untuk bertani, tidak lagi dapat digarap.  Untuk bisa kembali digarap butuh proses pemulihan (reklamasi) dengan biaya yang tidak sedikit, dan butuh waktu lama supaya lahan kembali stabil.  “Dalam penambangan emas para penambang lazim pakai zat kimia air raksa, yang kandungannya membahayakan bagi manusia,” pungkasnya.(atn)