Lagi, Narapidana Kabur dari Rutan

63
Ini dia 8 napi yang kabur dari Rutan Kelas IIB Muaralabuh. (net)

Rumah Tahanan (Rutan) di Sumbar tampaknya perlu pengamanan dan pengawasan ketat sehingga tidak bisa dibobol narapidana. Beberapa waktu lalu, Sumbar dihebohkan dengan kaburnya narapidana kasus pembunuhan di Pessel. Dua kali 24 jam, tahanan tersebut akhirnya berhasil dibekuk.

Kali ini kasus serupa terjadi di Rutan Kelas IIB Muaralabuh, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan. Sebanyak 8 narapidana kabur Kamis (29/4) lalu dan sampai kini masih belum bisa dibekuk.

Mereka kabur lewat ventilasi saat penjaga dan penghuni rutan sedang melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah, sekitar pukul 21.00. Kejadian itu diketahui setelah selesai shalat, petugas piket melakukan pengecekan terhadap seluruh tahanan dengan cara mengabsen satu persatu. Saat diabsen 8 tahan tidak ada di selnya.

“Petugas piket rutan melakukan pengecekan di kamar masing-masing sel, diketahui ada kerusakan ventilasi kamar nomor 6. Ventilasi kamar sel yang ditutup dengan rangka besi serta kawat berduri dirusak dengan cara digergaji besi dan ditarik dengan kain sarung oleh napi yang kabur tersebut,” ungkap Kepala Rutan Kelas IIB Muaralabuh, Sarwono kepada wartawan Minggu (2/5).

Ia menjelaskan, saat Ini petugas Rutan Kelas II B Muara Labuh masih melakukan pencarian terhadap 8 orang narapida Rutan Kelas II B Muara Labuh yang kabur dan dibantu personel Polres Solok Selatan. “Yang jelas mereka kabur ke luar daerah, bagi warga yang melihat napi tersebut segera laporkan ke pihak berwajib terdekat,” harapnya.

Sedangkan petugas Rutan kelas II B Muara Labuh yang melaksanakan piket pada saat kejadian kaburnya 8 napi itu, yakni Zamzami, Felix Juan Paganini, dan Raldi. Usai diketahuinya kaburnya napi itu, petugas piket langsung menginformasikannya. Dan pihak rutan memang tidak memberikan informasi tersebut kepada awak media dan baru sekarang baru bisa dijelaskannya kronologi kejadian.

Kedelapan napi yang kabur tersebut yakni Suriadi Kabailangan, 32, alamat Jorong Manggih Nagari Lubukgadang Utara ,Kecamatan Sangir Kabuoaten Solok Selatan. Perkara tindak pidana pencurian pasal 363 ayat 2 KUHP. Lama pidana 2 tahun dan sisa pidana 1 tahun 5 bulan 4 hari.

Efwazan, 50 tahun, alamat Jorong Bariang Rao-Rao Nagari Kotobaru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan. Perkara narkoba, pasal 114 ayat 2 UU No. 35 tahun 2009.
Nasli Dedi, 43, alamat Panai Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan. Perkara narkoba pasal 114 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009. Lama pidana 6 tahun dan sisa Pidana 4 tahun 8 bulan 11 hari.

Irwansyah, 36 tahun, alamat Jorong Sungai Aro Nagari Lubukgadang Timur, Kecamatan Sangir, Kab Solok Selatan. Perkara tindak pidana pencurian, pasal 363 KUHP dan 114 ayat 1 UU No. 35 tahun 2009. Sisa Pidana 12 tahun 10 bulan 14 hari.

Samsul Basri, 35 tahun, alamat Jorong Sungai Padi Nagari Lubukgadang, Kecamatan Sangir, Kab Solok Selatan. Perkara tindak pidana pencurian pasal 363 KUHP. Lama pidana 2 tahun dan sisa pidana 11 bulan 19 hari.

Nasrul, 51 tahun, alamat Sungai Kalu, Nagari Pakan Raba’a Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) Solok Selatan. Perkara tindak pidana perlindungan anak, pasal 76D UU. No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 tahun 2002. Lama pidana 8 tahun dan sisa pidana 7 tahun 3 bulan 3 hari.

Yuhelma, 34 tahun, alamat Jorong Sungai Manau Nagari Pakan Raba’a Tengah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD). Perkara tindak pidana pencurian pasal 363 KUHP. Lama pidana 2 tahun 3 bulan dan isa pidana 1 tahun 9 bulan 8 hari.

Baca Juga:  Berdalih untuk THR, Oknum Pemnag Gunung Medan Lakukan Pungli

Dan Lum Chandra, 41, alamat Jambi, Jln Rawa Pundak Desa Kecamatan Kumpeh Ulu, Kab Muaro Jambi. Perkara narkoba pasal 112 ayat 2 UU No. 35 tahun 2009. Lama pidana 7 tahun dan sisa pidana 6 tahun 3 bulan 18 hari. “Ke delapan napi ini sedang dalam pengejaran polisi,” terangnya.

Sementara, Kapolres Solok Selatan AKBP Tedi Purnanto saat dikonfirmasi terkait kaburnya tahanan di Rutan Muaralabuh membenarkan peristiwa itu. Untuk proses pencarian narapidana yang kabur ini, pihaknya telah menerjunkan lebih dari 10 personel.

“Ada sekitar 10 personel yang diterjunkan, untuk melakukan pencarian. Selain itu kami juga meminta bantuan Polsek terdekat untuk menyekat akses jalan keluar saat mendapatkan informasi darinruta,” katanya.

Cegah Napi Kabur, Perkuat Pengamanan
Sementara itu, mencegah perilaku negatif warga binaan pada momentum Lebaran Idul Fitri 1442 H Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas II B Padangpanjang perkuat pengamanan dengan melakukan berbagai hal.

Karutan Kelas II Padangpanjang, Rudi Kristiawan menilai momentum Idul Fitri adalah yang ditunggu-tunggu setiap umat muslim. Termasuk kalangan warga binaan yang memiliki hasrat untuk berkumpul dengan keluarga. Kondisi ini dinilai Rudi, dapat memicu emosional untuk melakukan berbagai cara yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban rutan.

“Karena hasrat ingin berkumpul dengan keluarganya bengitu kuat, tidak tertutup kemungkinan para narapidana bisa bertindak nekat melakukan pelarian dan lainnya. Hal ini tentu harus kita cegah, yakni dengan meningkatkan kemanan serta meminimalisir potensi penyebab terjadinya gangguan kamtib Rutan,” ujar Rudi di ruangan kerjanya, Minggu (2/5).

Terkait dengan upanya tersebut, Rudi mengaku sesuai dengan arahan Kanwil Kemenkumham Sumbar telah menginstruksikan jajarannya untuk memeriksa kondisi ventilasi kamar masing-masing warga binaan dari sisi luar dan dalam secara detil meski terbuat dari terali besi.

Langkah ini juga diperkuat langkah penggeledahan kamar hunian secara menyeluruh, dengan hasil ditemukan barang-barang terlarang seperti gergaji besi kecil, sendok-sendok alumunium, dan pisau kecil rakitan.

“Selain memastikan kondisi kamar hunian aman dari kemungkinan bisa dijebol, kita juga melakukan penggeledahan terhadap barang-barang yang tidak boleh disimpan atau dimiliki WBP. Dari penggeledahan tersebut, kita amankan sejumlah sendok, gunting dan pisau serta benda tajam rakitan lainnya,” beber Rudi.

Sedangkan upaya lainnya, Rudi menyebut juga meningkatkan intensitas jajarannya untuk melakukan troling dan memperketat penjagaan yang diperkuat dengan menjalin sinergitas dengan TNI dan Polri. Bantuan kemaanan tersebut diperlukan selama sisa waktu Ramadan hingga momentum Idul Fitri mendatang.

“Hari ini kami sudah mengirimkan surat permohonan bantuan keamanan kepada aparat TNI dan Polri setempat kota Padangpanjang selama bulan puasa ini dan saat Lebaran nantinya. Yang sudah ketemu langsung sama Danyon Brimob B Pelopor Padangpanjang. Untuk Kapolres Padangpanjang, Dandim atau Danramil mungkin pekan depan,” sebut Rudi yang baru saja mendapat piagam penghargaan dari Kakanwil Kemenkumham Sumbar.

Rudi pada kesempatan itu juga mengaku menerapkan pendekatan humanis kepada seluruh WBP. Hal ini dilakukannya seusai shalat berjamaah, perihal kehidupan WBP di penjara dan tentang pelayanan yang sudah diberikan petugas.

“Alhamdulillah semuanya sangat kondusif. WBP dengan lugas mengakui pelayanan selama empat bulan belakangan sangat lebih baik. Kita mengajak mereka bersyukur dan menata diri, serta saling menjaga satu sama lain,” pungkas Rudi. (tno/wrd)

Previous articleStok Vaksin Tersisa 5.000 Dosis
Next articleRamadhan, Rezka Oktoberia Santuni Anak-anak Yatim di Kampung Halaman