Perjuangan Mengungkap Informasi SKPT Tanah Kaum Tercapai di KI Sumbar

Majelis Komisioner Komisi Informasi (KI) Sumbar mengabulkan sebagian permohonan dari pihak pemohon atas nama Syahrial dan Erma Nova dengan termohon Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Solok.

Putusan itu dibacakan majelis dalam sidang putusan yang dipimpin Ketua Majelis Nofal Wiska didampingi anggota Tanti Endang Lestari dan Arif Yumardi, Kamis (4/2/2021).

Keputusan mengabulkan sebagian permohonan dari pemohon berdasarkan fakta dalam persidangan serta bukti-bukti.

Dalam putusan itu, Majelis Komisi Informasi menyatakan bahwa informasi mengenai Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) adalah informasi yang terbuka untuk pihak yang berkepentingan.

“Sebagaimana ketentuan Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah” ucap Nofal Wiska.

Majelis juga memerintahkan kepada pemohon atas nama Syahrial dan Erma Nova terlebih dahulu membuat surat permohonan secara tertulis untuk mendapatkan SKPT sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Sementara itu bagi termohon dalam hal ini BPN Kabupaten Solok, Majelis Komisi Informasi memerintahkan untuk memberikan SKPT seperti yang telah diputuskan. “Paling lambat 14 hari kerja setelah menerima surat permohonan dari pemohon,” jelasnya.

Baca Juga:  Usut Tuntas Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Covid-19

Sementara itu termohon Syahrial dan Erma merasa lega dengan adanya putusan Komisi Informasi Sumbar untuk mengabulkan permohonan yang mereka perjuangkan sejak 2014 guna mengungkap masalah tanah di Nagari Dilam terkait tanah pusako tinggi mereka di Jorong Kapalo Koto.

“Sejak memasukkan permohonan sengketa informasi pertanahan ke Komisi Informasi Sumbar, kami berharap bisa mendapatkan informasi sesuai yang kami mohonkan. Agar jelas siapa di balik penerbitan sertifikat tanah pusako kami. Alhamdulillah, pada sidang putusan ini Komisi Informasi mengabulkan permohonan dengan memutuskan BPN memberikan SKPT nantinya,” ungkap Syahrial.

Selain itu, pihak Syahrial yang merupakan Mamak Kaum Malayu Gantiang Jorong Batukarak Nagari Dilam juga berterima kasih kepada pihak BPN Kabupaten Solok yang telah kooperatif dan akan memberikan SKPT kepada kaumnya.

“Jika SKPT telah diberikan oleh BPN nanti, maka akan jelas hitam-putihnya. Kami akan menempuh jalur hukum jika memang ada yang bermain dalam penerbitan sertifikat tanah pusako kami,” tambah Erma Nova yang juga merupakan Kuasa Kaum Malayu Gantiang.(rel/ki)