Peradi Minta Hentikan Semua Bentuk Kekerasan, Miko: Segera Proses Hukum

118

Suatu tindakan tidak pantas dan melanggar hukum telah terjadi. Sekelompok orang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap kepala SMA DR. Abdullah Ahmad (PGAI) Padang di hadapan beberapa orang siswa. Video dan beritanya beredar di dunia maya.

“Apapun alasannya, tindak kekerasan terhadap orang tidak dibenarkan. Hal tersebut jelas-jelas perbuatan melawan hukum dan melanggar prinsip universal Hak Asasi Manusia (HAM),” ujar Ketua Peradi Padang Miko Kamal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/10/2022).

Dijelaskan Miko, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Padang dalam beberapa pekan belakangan sedang giat melakukan pencerahan hukum di kalangan dunia pendidikan melalui program Peradi Goes to School. “Untuk itu, Peradi sangat menyesalkan terjadinya peristiwa kekerasan tersebut. DPC Peradi Padang mengimbau aparat penegak hukum segera melakukan proses hukum terhadap para pelaku yang melakukan kekerasan, termasuk juga melakukan proses hukum terhadap orang-orang yang mungkin menyuruh melakukan tindak kekerasan itu tanpa diskriminatif,” tegasnya.

Kedua, lanjut Miko, pihak-pihak yang sedang bertikai di internal PGAI agar menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi melalui jalur hukum yang tersedia, dan tidak menggunakan tindakan-tindakan melawan hukum.

Baca Juga:  Divonis 13-20 Tahun Penjara dan Seumur Hidup

Dia juga mengimbau advokat (terutama anggota Peradi Cabang Padang) yang terlibat mewakili dan/atau mendamping pihak-pihak dalam sengkarut PGAI untuk berperan aktif membantu penyelesaiannya secara elegan. Menghormati prinsip-prinsip hukum, HAM dan etika profesi.

“Masyarakat yang menyimpan video kekerasan tersebut berhenti membagikannya kepada orang lain, untuk menghindari efek buruk di tengah masyarakat yang bisa memunculkan salah tafsir masyarakat bahwa seolah-olah tindakan kekerasan adalah cara yang benar dalam menyelesaikan suatu masalah,” imbaunya Miko yang juga penulis buku Berkota, Berbangsa, Bernegara.

Kepada siswa SMA DR Abdullah Ahmad, diharapkannya tetap tenang menuntut ilmu dan jangan pernah mencontoh perbuatan-perbuatan melawan hukum atau tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan maupun di luar sekolah mereka.(rel)