Kasus Penyelewengan Infak Masjid Raya, Negara Dirugikan Rp1,7 M Lebih

ilustrasi. (net)

Hasil penghitungan kerugian negara dalam kasus dugaan penyelewengan dana infak Masjid Raya Sumatera Barat dan APBD Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar tahun 2019, yang dilakukan auditor Inspektorat Sumbar telah keluar. Total, kerugian negara dalam kasus dengan tersangka oknum aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Sumbar berinisial YRN ini sebesar Rp1.754.979.804.

“Sebelumnya perkiraan saya total kerugian negara dalam kasus ini Rp2 miliar. Tapi ternyata dana UPZ Tuah Sakato tahun 2018 sebesar Rp375 juta telah diganti tersangka. Nah, total kerugian negara Rp1.754.979.804,” papar Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar M Fatria didampingi Kasi Penkum Yunelda, Selasa (4/8/2020).

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanahdatar ini menambahkan, pihaknya kembali memeriksa satu orang saksi ahli terkait penghitungan kerugian negara. Sampai sejauh ini total saksi yang telah diperiksa sebanyak 28 orang.

“Sejauh ini masih YRN yang ditetapkan sebagai tersangka dan telah kami tahan. Dia otak pelakunya. Namun tidak tertutup kemungkinan nanti ada tersangka lain. Untuk dugaan keterlibatan pihak lain sedang kami dalami, karena ini menyangkut alat bukti,” imbuhnya.

Saat ini kata Fatria, pihaknya sedang melakukan pemberkasan dan penyusunan surat dakwaan untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Padang. “Segera akan kami limpahkan ke pengadilan,” kata Fatria.

Baca Juga:  Ambil Layangan, Bocah Tewas Tersengat Listrik

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum ASN Pemprov Sumbar berinisial YRN, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyelewengan dana infak Masjid Raya Sumatera Barat dan APBD Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar tahun 2019 oleh Kejati Sumbar, Jumat (19/6).

YRN diduga telah menyelewengkan dan melakukan tindak pidana korupsi (tipikor) terhadap empat item dana antara lain infak Masjid Raya Sumbar Rp 892,6 juta, dana Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tuah Sakato tahun 2018 sebesar Rp 375, dana sisa Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) tahun 2018 Rp 92 juta, dan dana APBD Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar tahun 2019 Rp 718 juta.

Berdasarkan surat perintah Kepala Kejati Sumbar Nomor P435/L.3/FD.1/06/2020 tanggal 19 Juni 2020, Kejati Sumbar telah melakukan upaya paksa penahanan terhadap YRN di Rumah Tahanan (Rutan) Anak Air Padang, terhitung mulai Jumat tanggal 19 Juni 2020.

Penahanan tersebut setelah mempertimbangkan dua alasan, subjektif dan objektif. Alasan subjektif, tersangka dikhawatirkan melarikan diri, mengurangi, dan merusak barang bukti. Alasan objektif, karena tersangka terancam pidana lima tahun penjara. (i)