Kawal Bantuan Covid-19, Kajati Sumbar: Jika Menyimpang, Dihukum Maksimal!

Kajati Sumbar Amran. (foto: ist)

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar akan mengawal penyaluran dana stimulus jaring pengaman sosial kepada masyarakat terdampak ekonominya akibat virus korona (Covid-19). Baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota di Sumbar. Jika ditemukan adanya penyimpangan dan niat tidak baik (mens rea), maka kejaksaan akan menindak tegas dengan hukuman maksimal.

Kepala Kejati Sumbar, Amran mengatakan pengawalan penyaluran dana stimulus jaring pengaman sosial itu dilakukan sesuai arahan dari Jaksa Agung RI ST Burhanuddin.

Amran menambahkan, pihaknya sudah menginstruksikan seluruh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) se-Sumbar, untuk melakukan pengawalan secara ketat di wilayah tugas masing-masing.

Sementara untuk tingkat provinsi, dia telah menunjuk Asisten Intelijen Kejati Sumbar dalam kepanitiaan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, untuk bisa langsung melakukan pengawalan agar penggunaan dan peruntukan dana bantuan tepat sasaran dan benar-benar untuk penanganan Covid-19.

“Kalau diketahui ada pergeseren dana bantuan tersebut, apalagi kami tahu ada mens rea atau niat tidak baiknya untuk melakukan penyimpangan, maka kami tindak tegas dan jerat dengan hukuman maksimal,” katanya, Selasa (7/4).

Dia menyatakan, tindakan tegas yang akan dilakukan Kejati Sumbar adalah dengan menjerat oknum pelaku dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan hukuman maksimal.

“Jika melakukan tindak pidana korupsi saat sedang ada musibah seperti ini, bukan lagi hukuman biasa, bisa-bisa hukuman berat dan maksimal,” ujarnya.

Amran mengingatkan agar jangan sampai ada pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota yang “bermain-main” dengan penyaluran dana bantuan untuk masyarakat yang terkena wabah pandemi Covid-19.

“Gunakanlah untuk penanggulangan Covid-19 ini. Jangan ada yang bermain-main dan mencari keuntungan dengan memanfaatkan dana penanganan Covid-19. Bantuan tersebut harus tepat sasaran dan berguna untuk masyarakat,” tegasnya.(esg)