Kayu tanpa Didukung Dokumen Lengkap Disita

Jajaran Polres Bukittinggi mengamankan satu unit Colt Diesel yang diduga bermuatan kayu ilegal. (IST)

Jajaran Polres Bukittinggi mengamankan satu unit Colt Diesel BA 8893 KU di Gudang UD Fajar Baru di daerah Tabekpanjang, Baso pada Senin (6/4). Mobil beserta pengemudi berinisial NM, 32, diamankan karena tertangkap tangan sedang membongkar kayu hasil hutan tanpa dokumen yang sah.

Pengamanan tersebut berawal saat petugas menerima Informasi melalui call center 110 terkait kegiatan ilegal yang merugikan negara berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Atas informasi tersebut, Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso memerintahkan jajaran Reskrim Polres Bukittinggi untuk langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Personel Polres Bukittinggi didampingi anggota dari Polisi Kehutanan yang datang ke lokasi kejadian lansung mengamankan pengemudi beserta barang bukti satu unit Mobil Colt Diesel yang berisikan sebanyak 1.202 batang kayu jenis kelompok rimba campuran dengan volume total 7,8512 kubik,” ujar Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso, kepada awak media, kemarin (7/4).

Kapolres menjelaskan, pasal yang diterapkan terhadap pengemudi kendaraan adalah Pasal 88 ayat 1 huruf (a) UU Nomor 18 Tahun 2013 yang berbunyi, dipidana dengan Pidana Penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama sampai 5 (lima) tahun serta denda paling sedikit Rp 500juta) dan paling banyak Rp 2,5 miliar.

Pelaku Curanmor Tertangkap Tangan
Sementara itu, seorang pelaku curanmor tertangkap tangan hendak melakukan aksinya. Pelaku diamankan dengan sigapnya oleh masyarakat beberapa saat setelah kejadian bersama dengan aparat Polres Bukittinggi.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution menjelaskan bahwa kejadian terjadi pada Sabtu (4/4) pukul 12.30 WIB di depan toko Rumah Kita Jalan Padanglua, Nagari Padanglua, Kecamatan Banuhampu. Pelaku diketahui berinisial RD, 33, mencuri satu unit sepeda motor merk Honda Beat dengan nomor polisi BA 5663 LZ atas nama pemilik Yuliana Sartika Anwar.

Awal mulanya kejadian ketika karyawan toko pelapor memarkirkan 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Beat dengan nomor polisi BA 5663 LZ di depan toko milik pelapor, di Jalan Padanglua, Nagari Padanglua, Kecamatan Banuhampu.

“Pada saat memarkirkan sepeda motor tersebut, anggota karyawan korban lupa mencabut kunci kontak sepeda motor dimaksud, kemudian sekira pukul 12.30 WIB saksi memberitahu korban bahwasanya ada orang lain yang membawa sepeda motor milik korban. Kemudian korban keluar dari dalam toko dan menemui pelaku RD. Ketika sepeda motor diamankan, pelaku RD berusaha lari, dan dengan sigap  masyarakat sekitar menangkap pelaku RD, dan kemudian pelaku RD diserahkan bersama barang bukti ke Polres Bukittinggi,” jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka RD dijerat dengan Pasal 362 KUHP dengan pidana penjara 5 tahun. (stg)