Penjual Togel Dibekuk

118
ilustrasi. (jawapos.com)

Di tengah kesibukan masyarakat menghadapi Pilkada dalam suasana pandemi Covid-19, praktik judi toto gelap alias togel, ternyata masih berlangsung di Limapuluh Kota. Ini dibuktikan dengan ditangkapnya seorang penjual togel di Jorong Simpang Tiga Kenaga, Nagari Sungaiantuan, Kecamatan Mungka, oleh Tim Operasional (Opsnal), Satreskrim Polres Limapuluh, Kamis malam lalu (3/9).

Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota AKBP Trisno Eko Santoso SIK melalui Kasat Reskrim AKP Nofrizal Chan kepada Padang Ekspres mengatakan, penjual togel yang ditangkap di Sungaiantuan, Mungka itu berinisial SPR. Laki-laki 54 tahun ini ditangkap atas informasi dari masyarakat yang menyebutkan bahwa di Simpang Tiga Kenanga marak terjadi judi togel dengan dengan menggunakan handphone.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut,  tim Opsnal Satreskrim langsung melakukan penyelidikan ke Simpang Tiga Kenanga. Dari hasil penyelidikan, benar di daerah tersebut marak terjadi perjudian jenis toto gelap, dengang cara mengirimkan angka melalui pesan singkat atau SMS,” kata AKP Nofrizal Chan.

Selanjutnya pada Kamis malam (3/9) sekitar pukul 20.00, tim Opsnal Satreskrim  setelah berkordinasi dengan AKP Nofrizal Chan, langsung bergerak menuju lokasi target operasi. Sekira pukul 22.15, tim sampai di TKP (Tempat Kejadian Peristiwa) dan langsung melakukan penangkapan terhadap SPR.

Baca Juga:  Agus Suardi Ajukan Justice Collabolator Kasus Dugaan Korupsi KONI Padang

“Saat itu, tersangka SPR mengakui memang benar telah melakukan jual beli toto gelap melalui handphone. Selanjutnya tim langsung menyita barang bukti berupa uang,  handphone, buku mimpi dan pulpen yang ada kaitannya dengan permainan judi jenis toto gelap yang dilakukan oleh tersangka,” kata AKP Nofrizal Chan yang sebelumnya Kasat Narkoba Polres Bukittinggi.

Menurut AKP Nofrizal Chan, tersangka SPR bakal dijerat dengan pasal 303 jo pasal 303 ayat (1) jo UU Nomor 7 Tahun 1974 tentang penertiban perjudian. Dalam kasus ini, Polres Limapuluh Kota juga meminta keterangan dua orang saksi saat penangkapan, yakni MR, dan POS,40.

“Kasus ini, akan terus dikembangkan. Sebelumnya, kami juga mengamankan penambang pasir illegal di Taram. Kemudian, kami juga sudah P-21 kasus tambang di Pangkalan tempo hari,” kata AKP Nofrizal Chan yang cukup komunikatif dengan awak media. (frv)