Di Padang dan Pasaman, Polda Sumbar Tangkap 7 Pelaku Illegal Mining

26

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar menangkap tujuh orang terduga kasus illegal mining di dua lokasi berbeda di Sumbar, yakni di Kota Padang dan Kabupaten Pasaman.

Di Padang, Ditreskrimsus Polda menangkap dua orang tersangka diduga melakukan tindak pidana pertambangan tanpa izin berupa penambangan batuan tepatnya di Kampung Tanjung, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji pada Jumat (26/03/2021) lalu.

“Di lokasi ini, kita menangkap dua terduga, yakni, A, 32, warga Belimbing, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji dan B, 26, warga Gurun Panjang, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumbar, Kombes Pol Joko Sadono didampingi Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu saat pers rilis, Jumat (09/04/2021).

Kata Joko, penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya kegiatan penambangan batuan tanpa ijin di Kampung Tanjung, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut, saya memerintahkan personel Subdit IV Ditreskrimsus Sumbar yang dipimpin oleh Kasubdit IV Kompol Firdaus untuk melakukan penindakan terhadap kegiatan tersebut,” ujar Joko.

Baca Juga:  Berdalih untuk THR, Oknum Pemnag Gunung Medan Lakukan Pungli

Adapun modus operandi dua tersangka tersebut adalah penambangan bantuan tanpa izin dengan menggunakan alat berat jenis ekskavator.

“Di TKP kita mengamankan lima unit ekskavator dan satu mobil dumptruck,” sebut Joko.

Ia menambahkan, untuk yang di Kabupaten Pasaman, Ditreskrimsus Polda Sumbar menangkap lima orang terduga kegiatan penambangan tanpa izin, berupa penambangan emas dengan alat berat.

Lima orang ini ditangkap saat melakukan kegiatan penambangan emas pada Rabu (07/04/2021) lalu di Aliran Sungai Batang Pasaman Lanai Hilir, Jorong Bandar Padang Pembangunan, Kenagarian Cubadak, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman.

“Ada dua alat berat, dua lembar karpet sintetis, dua buah timbangan digital serta satu buku catatan yang kami amankan dari lokasi,” tutur Joko.

Ketujuh tersangka kata Joko dijerat dengan Pasal 158 UU RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara jo Pasal 55 Ayat (1) ke KUH Pidana dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 100 miliar. (rid)

Previous articleIni Panduan Ibadah Ramadhan sesuai Prokes yang Diterbitkan Kemenag
Next articleBentuk TP2DD, Pemkab Pessel Dapat Penghargaan Bank Indonesia