Polisi Buru Bandar Sabu

ilustrasi. (jawapos.com)

Pandemi Covid-19, tidak membuat pengedar narkoba berhenti menjual barang haram itu. Rabu (26/8) pukul 22.00, Satresnarkoba Polres Solok Selatan menggagalkan peredaran sabu seberat 28,82 gram dari tangan tersangka EN, warga Jorong Kapalo Koto Bariang-Rao-Rao, Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu.

“Sabu-sabu yang diedarkan tersangkadi Solsel, didapat dari bandar narkotika lintas provinsi di Kota Padang,” kata Kapolres Solok Selatan, AKBP Tedy Purnanto saat ekspose kasus di Mapolres, Kamis (10/9).

Pihaknya memberikan penghargaan kepada Plt Kasat Narkoba Polres Solsel Ipda Novitri Anhar, atas keberhasilannya bersama anggota mengungkap sindikat narkoba di Solsel. Awal Agustus lalu unit narkoba juga berhasil mengagalkan 12,11 gram sabu-sabu dan senjata api jenis Air Soft Gun.

Dalam pengungkapan yang dilakukan pihaknya dalam beberapa waktu lalu,  para tersangka tidak sekadar masyarakat. Akan tetapi ada juga oknum anggota Polres Solsel yang terlibat dan ditangkap dalam kasus narkoba pada minggu ketiga Agustus 2020. “Untuk itu, jika memang personel memiliki kinerja yang bagus, tidak salahnya mereka mendapatkan sebuah penghargaan,” ujarnya.

Plt Kasat Narkoba Polres Solok Selatan, Ipda Novitri Anhar mengatakan, pengungkapan peredaran sabu-sabu tersebut bermula dari informasi yang didapatkan polisi dari masyarakat setempat. Bahwa di lokasi penangkapan EN sering terjadi transaksi jual beli narkoba jenis sabu-sabu.

Baca Juga:  Ambil Layangan, Bocah Tewas Tersengat Listrik

Atas informasi itu, pihaknya melakukan penyelidikan selama tiga bulan hingga dilakukan penggerebekan pada 26 Agustus 2020. “Narkoba jenis sabu-sabu itu kami temukan di dalam kamar tersangka EN. Dari hasil tes urine tersangka juga positif mengandung zat AMP dan MET,” bebernya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa 11 paket sedang sabu seberat 28,82 gram, tiga kaca pirex, dan bong lengkap terbuat dari botol minuman plastik. Kemudian satu pak plastik klik bening, satu timbangan digital, uang sejumlah Rp1.133.000 dan kotak handpone.

Tersangka melanggar  Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Tersangka terancam pidana penjara minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar,” ujarnya

Ipda Novitri Anhar menambahkan, dari pengakuan EN kepada penyidik sabu itu didapatkan EN dari bandar narkotika lintas provinsi inisial MM berdomisili di Padang.  Bandar tersebut merupakan teman dekat tersangka, dan sudah berkali-kali melakukan transaksi untuk penyebaran narkoba di Solsel. “Saat ini kasus masih dalam pengembangan Polres Solsel. Kita juga sedang melacak keberadaan MM,” pungkasnya. (tno)