Menangkap Ikan, Balita Meninggal di Bendungan Rusak

24
Ilustrasi balita meninggal. (Foto: IST)

Seorang balita meninggal di bendungan irigasi Panti-Rao, Kabupaten Pasaman, Selasa (9/6) lalu. Ia diduga tersangkut di dinding irigasi yang rusak.  Sodikin, 34, warga setempat mengatakan, sekitar 2 hari lalu seorang balita meninggal dunia karena menangkap ikan di bendungan irigasi Panti-Rao.

Korban berinisial R, 4, bersama kakaknya menangkap ikan di pintu air irigasi. Diduga korban tersangkut di dinding irigasi yang rusak, karena jasadnya ditemukan di lokasi yang rusak tersebut.

“Warga melihat semacam kepala manusia di lokasi yang rusak itu. Setelah dilihat lebih jelas, ternyata itu adalah R, yang sedang mengapung di tempat irigasi yang rusak,” ujarnya.

Ia menyebutkan, korban meninggal tepatnya di bangunan irigasi samping bendungan yang sudah rusak dan memiliki lubang yang sangat dalam. Menurut Sodikin, seharusnya bangunan yang rusak itu diberi rambu atau tanda oleh petugas irigasi agar tidak menimbulkan korban jiwa.

“Paling tidaknya, ada pemberitahuan atau plang imbauan oleh petugas jika ada bangunan rusak dan berbahaya sehingga masyarakat lebih waspada,” ujarnya.

Armen, warga Sababalik mengatakan, korban diketahui meninggal dunia saat menangkap ikan tepatnya di pintu air irigasi Panti-Rao di Aek Tolong, Nagari Bahagia Kecamatan Padang Gelugur, Pasaman.

Saat itu air irigasi Panti-Rao dimatikan oleh petugas bendungan. Masyarakat setempat sering menangkap ikan khususnya di pintu-pintu air bendungan jika air irigasi Panti-Rao mengering.

Jelang padi masyarakat mulai panen, air irigasi Panti-Rao memang sengaja dikeringkan petugas dan dimanfaatkan masyarakat untuk menangkap ikan. Hal itu sudah rutin dilakukan warga setempat jika irigasi dikeringkan.

Ia bersama warga lainnya mengaku kecewa karena irigasi membuat salah atu balita meninggal dunia. Untuk itu mereka berharap bendungan yang rusak segera diperbaiki sehingga tidak ada korban lainnya.

Sementara itu, pengawas Bendungan Irigasi Panti-Rao,  Nurmansyah mengaku, tidak mengetahui peristiwa balita yang meninggal di irigasi tersebut. Ia mengakui dua hari yang lalu ada kerusakan bangunan irigasi tepatnya di Nagari Panti, Kecamatan Panti.

Untuk memperbaikinya air irigasi harus dimatikan terlebih dulu tanpa ada pemberitahuan.
Untuk lokasi korban meninggal katanya sudah mengalami kerusakan sejak lama.

“Perbaikan kerusakan tersebut sudah lama diajukan, dan perbaikan seluruh irigasi Panti-Rao akan dilakukan pada tahun ini, karena jangka dekat sudah masuk jadwal tender,” tukasnya. (l)