Berawal Cekcok Sesama Sopir, Sopir Truk Tewas Dihantam Balok Kayu

Kapolresta Padang AKBP Imran Amir. (net)

Berawal dari cekcok, sopir truk CPO meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Peristiwa tersebut terjadi di samping Gudang PT KAO Jalan Bypass, Kelurahan Paraklaweh Pulauaia Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Kamis (10/9) sekitar pukul 11.30. Dalam waktu 1×24 jam, pelaku berhasil diringkus polisi.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, korban diketahui bernama Fadli, 35, warga Mataair. Korban meninggal dunia setelah mengalami luka serius di bagian kepala dihantam balok kayu.

Sementara pelaku berjumlah dua orang yang merupakan adik kakak berinisial Af, 37, warga Padang Selatan dan Ha, 29, warga Kecamatan Lubeg. Kedua pelaku berhasil ditangkap di dua TKP berbeda yaitu di Kota Padang dan Padangpariaman.

Kapolresta Padang AKBP Imran Amir menyebutkan, kedua pelaku ditangkap di lokasi berbeda. Dimana pelaku Af diamankan di SPBU Tanjuangsaba Pitameh, Kecamatan Lubeg. Sementara pelaku berinisial Ha ditangkap di kawasan Kuraitaji, Padangpariaman.
Kapolresta menjelaskan, pelaku Af merupakan eksekutor pemukulan menggunakan balok kayu. Sedangkan Ha berperan memegang bahu korban.

Baca Juga:  Muzni Zakaria Dituntut 6 Tahun Penjara 

“Pertikaian antar sopir truk CPO ini hanya persoalan sepele. Pelaku memukul kepala korban dengan balok kayu, mengakibatkan kepala sebelah kiri korban luka robek. Pelaku lalu dibawa ke rumah sakit dan tadi malam meninggal dunia,” ujar Kapolresta saat jumpa pers di Polresta Padang, kemarin (11/9).

Menurut informasi yang dihimpun, pelaku merasa sakit hati kepada korban karena masalah antrean parkir kendaraan. Pelaku tak terima antreannya dihapus korban. “Menurut keterangan istri korban, pelaku sengaja menunggu korban kemudian terjadi perkelahian,” katanya.

Dari kasus ini, pihak kepolisian menyita sebuah balok kayu yang digunakan pelaku untuk melakukan tindak penganiayaan. Berikut, dengan sepeda motor pelaku. “Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal Pasal 351 ayat 3 jo 170 KUH Pidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” ungkapnya. (err)