100 Kg Ganja Selundupan Digagalkan

44
Tim Satres Narkoba Polres Pasaman menggagalkan peredaran sekitar 100 kilogram ganja yang didatangkan dari Madina Sumatera Utara. (IST)

Sumbar darurat narkoba. Peredaran barang haram itu terus terjadi dalam jumlah besar dan diselundupkan dari provinsi tetangga. Sabtu (10/10) Polres Pasaman melalui Tim Unit II Satres Narkoba menggagalkan peredaran 100 paket besar ganja atau sekitar 100 kilogram yang dibawa dari Madina, Sumatera Utara.

Penangkapan terhadap tersangka dilakukan di Jalan Lintas Sumatera Medan-Bukittinggi, persisnya di Kampung Gunung Tua, Jorong Selamat Kenangarian Stombol, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman, sekitar pukul 04.30. Tersangka berinisial MI, 44, wiraswasta, warga Birugo Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Kota Bukitinggi.

Kapolres Pasaman AKBP AKBP Dedi Nur Andriansyah didampingi Kasat Narkoba Iptu Syafri Munir menjelaskan, penangkapan tersebut berawal saat tim Sat Resnarkoba mendapatkan informasi akan ada pengiriman narkotika jenis ganja kering yang akan melewati Kabupaten Pasaman.

Mendapat informasi tersebut, Tim Unit II Satres Narkoba langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan guna memastikan informasi tersebut.  Saat tim melakukan penyelidikan dan melakukan penyisiran dan pengintaian di sepanjang jalan di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman. Tiba-tiba melintas 1  unit mini bus merek Suzuki Karimun BA 1676 CQ  yang dicurigai.Melihat mobil dicurigai itu, tim melakukan pengejaran. Personel Satres Narkoba akhirnya berhasil memberhentikan mobil pelaku tanpa perlawanan.

“Usai kendaraan dicurigai itu diberhentikan, polisi selanjutnya melakukan pengeledahan terhadap pengemudi atas nama MI. Dari dalam mobil yang dibawa pelaku, anggota menemukan sebanyak 6 karung goni plastik warna putih. Dan ketika dibuka, ternyata berisikan paket-paket ganja yang dibungkus dengan lakban, warna cokelat,” terangnya.

Dari pengakuan dari tersangka, paket-paket ganja itu dibawa dari Kabupaten Madina, Sumatera Utara. “Rencananya, barang haram yang dibawa tersangka dari Kabupaten Madina Sumatera Utara itu akan diedarkan di  Sumbar. Namun kepada siapa diserahkan masih dalam penyelidikan,” ucapnya.

Kasat Resnarkoba Polres Pasaman, Iptu Syafri Munir menambahkan, selain mengamankan tersangka dan 100 paket ganja, pihaknya juga menyita 1 unit mobil minibus merek Suzuki Kkarimun warna hitam BA 1676 CQ. Dan dompet kulit warna hitam yang berisikan uang sejumlah Rp 250 ribu.

Saat ini kata Iptu Syafri Munir, anggota Satres Narkoba masih mendalami kepada siapa paket-paket ganja kering tersebut akan diserahkan tersangka. “Kini tersangka beserta barang bukti narkotika lainnya sudah diamankan di Polres Pasaman guna proses penyidikan selanjutnya. Tersangka akan dijerat dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” tukasnya.

Baca Juga:  Hanya Boleh Dijual di Bar, Masih Ditemukan Minol di Ruang Karaoke

Pemilik Ganja Diringkus
Sementara itu, Polda Sumbar meringkus empat terduga pelaku pemilik paket berisikan ganja yang ditemukan di Kargo Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Dua dari empat pelaku diketahui masih berstatus pelajar.  Mereka ditangkap Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumbar di beberapa lokasi hanya berselang paket tersebut ditemukan pada Kamis (8/10).

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, kasus terungkap berawal dari hasil rekaman CCTV. Termasuk, kerja sama dengan pihak ekspedisi terkait identitas pengirim paket. Dari informasi itu, pihak ekspedisi JNT Cabang Kota Padangpanjang kemudian melaporkan paket tersebut dikirimkan oleh dua orang remaja laki-laki. Polda Sumbar berkoordinasi dengan Polres Padangpanjang.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, penangkapan pertama dilakukan terhadap pelaku MH yang merupakan seorang pelajar di salah satu rumah di Kota Padangpanjang. Beberapa jam kemudian, masih di kawasan yang sama, pihak kepolisian kembali menangkap pelaku kedua berinisial FGD seorang pengangguran.

Satake Bayu mengungkapkan, kedua pelaku merupakan pengirim dari paket yang ditemukan di kargo BIM. Saat penangkapan, dilakukan penggeledahan kembali ditemukan barang bukti dua paket ganja yang disimpan di dalam kotak dan bungkusan rokok. Tim kemudian kembali melakukan pengembangan terkait jaringan pelaku.

Hasil interogasi kedua pelaku, Ditresnarkoba Polda Sumbar mendapat informasi bahwa ganja tersebut bersumber dari dua orang rekannya yang berada di Kota Bukittinggi. Mereka adalah KDC serta RS yang juga merupakan pelajar. Satake Bayu mengatakan, dari penangkapan pelaku juga ditemukan ganja lima paket ganja dengan berbagai ukuran disimpan di beberapa tempat. Di antaranya ditemukan di bawah ranjang, lemari dan dalam kotak speaker.

Seperti diketahui,  paket berisikan ganja di BIM ini ditemukan petugas Aviation Security (AVSEC) Angkasa Pura. Paket berisikan ganja ditemukan saat pemeriksaan sinar X dibungkus dalam sebuah kotak kardus yang dibalut lakban.Total ganja sebanyak empat bungkus menggunakan ekspedisi JNT Cabang Kota Padangpanjang. Dari label penerima, paket tersebut akan dikirim ke Jawa Barat.(wni/rid)