Satu Tertangkap, Dua Orang Kabur

30
ilustrasi. (net)

Satuan Reserse Kriminal Polres Limapuluh Kota berhasil menangkap salah seorang dari tiga orang tersangka pelaku pencuri kendraaan bermotor usai terjadi aksi kejar-kejaran di jalan lintas Sumbar-Riau, Sabtu (10/10) menjelang Subuh, sekitar pukul 04.45.

Bersama tersangka, berhasil diamankan dua unit kendaraan roda empat Toyota Calya warna orange dengan nomor polisi BA 1566 TV dan Satu unit mobil pikap L-300 diduga hasil curian dengan nomor polisi dinas atau plat merah BA 8926 D.

Selain itu, Unit Reserse Umum (Resum) yang dipimpin Kanit Resum Aipda Bainur juga mengamankan kunci T yang diduga sebagai alat untuk pencurian ranmor oleh tersangka juga menjadi barang bukti bagi polisi untuk tindak kriminal tersebut.

”Benar, seorang tersangka bersama barang bukti dua unit kendaraan bermotor roda empat beserta kunci T diduga alat yang digunakan tersangka untuk pencurian bisa diamankan anggota Satuan Reserse Kriminal Polres Limapuluh Kota,” ungkap Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso didampingi Wakapolres Kompol Abdus Syukur Felani dan Kasat Reskrim AKP Afrizal Chan, Minggu (11/10).

Penangkapan terhadap tersangka yang diduga melakukan tindak kriminal melanggar Pasal 363 KUHP ini, ketika Unit Reserse Kriminal Polres Limapuluh Kota melintas dari arah Kelok 9 menuju Ketinggian, Sarilamak, Kecamatan Harau Limapuluh Kota, Sabtu siang.

Berawal dari kecurigaan unit Resum Satreskrim Polres Limapuluh Kota melihat Toyota Calya warna oranye, karena nomor polisi atau plat nomor kendaraan angkanya disamarkan dengan dicat hitam. Kemudian, satu unit kendaraan L-300 pikap menyusul di belakangnya dengan nomor polisi plat dinas.

Sehingga, polisi berupaya menghentikannya karena dinilai mencurigakan. Namun, kedua unit mobil tidak dihentikan oleh pengemudinya. Alhasil, terjadilah aksi kejar-kejaran menuju arah Pekanbaru hingga akhirnya, tepat di depan Pustu Airputih, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, mobil L-300 hilang kendali dan masuk ke pekarangan rumah warga.

Baca Juga:  Berusaha Kabur, Satu dari Tiga Pelaku Ditembak

Tim Reserse langsung mendekati mobil L-300 guna memeriksa pengemudi dan penumpang mobil, namun tidak ada seorang pun ditemukan dalam mobil tersebut. Padahal, sebelumnya ada sopir dan seorang di bangku penumpang.

Tim Opsnal Reskrim langsung memeriksa seisi mobil hingga menemukan kunci kontak kendaraan sudah jebol dan seperti dirusak paksa. Kecurigaan tim opsnal semakin kuat dan segera meminta bantuan warga untuk memburu, menyisir lokasi untuk menemukan pengemudi dan penumpang mobil yang diduga hasil curian tersebut. Namun, tak berhasil ditemukan.

Selanjutnya, tim kembali melakukan pengejaran terhadap mobil Toyota Calya warna orange menuju Pangkalan. Berkoordinasi dengan Polsek Pangkalan Koto Baru. Tak lama berselang, persisnya di dekat rumah makan Padi Salibu, Sibunbun, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, mobil tersebut berhasil distop.

Tersangka berinisial, I, panggil, In, 35, yang diketahui beralamat di Jorong Kampung, Nagari Batukambiang, Kecamatan Ampeknagari, Kabupaten Agam itu, langsung diinterogasi polisi. Tidak berlangsung lama, tersangka mengaku telah melakukan pencurian mobil L-300 pikap dengan nomor polisi BA 8926 D (plat merah) di daerah Lubuksikaping, Pasaman, Sabtu (10/10) siang. Dua orang teman lainnya, Apuih dan Anto kini masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi.

”Selain itu, tersangka Anto juga diduga eksekutor pencurian terhadap mobil L-300 pikap nomor polisi BA 8066 MN, Sabtu (5/9) satu bulan sebelumnya di Jorong Ketinggian, Sarilamak, Kecamatan Harau, Limapuluh Kota bersama tersangka panggil Apuih,” tambah Kasat Reskrim, AKP Nofrizal Chan.

Polisi terus menggali informasi terkait pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan tersangka, dan berusaha menguras informasi terkait aksi kejahatan pencurian tersangka dan para DPO. Kemudian, juga berusaha menemukan barang bukti lainnya.

”Tersangka dibawa ke Mapolres Limapuluh Kota guna penyidikan dan pencarian barang bukti lain sehubungan dengan pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan tersangka bersama komplotannya,” pungkas Kasat Reskrim. (tim)