Operasi Antik dan Jaran, Polresta Padang Terbanyak Pengungkapan Kasus

17

Untuk menurunkan angka penyalahgunaan narkotika dan angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar menggelar operasi Antik dan Jaran Singgalang 2021 pada Maret hingga April 2021.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto mengatakan, Operasi Jaran untuk penanggulangan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sedangkan Operasi Antik untuk menurunkan angka penyalahgunaan narkotika.

“Operasi Jaran Singgalang 2021 digelar pada tanggal 1 hingga 14 Maret 2021 di seluruh jajaran Polres,” kata Satake saat rilis di Mapolda Sumbar, Selasa (13/04/2021).

Dari hasil operasi Jaran tersebut, ungkap Satake, didapat sebanyak 45 kasus, dengan 43 tersangka. Kemudian jumlah barang bukti satu unit roda empat dan 65 unit roda dua.

“Polresta Padang sebagai polres yang mengungkap kasus terbanyak yakni 12 kasus dengan 14 tersangka, barang bukti satu unit mobil dan 22 sepeda motor,” papar Satake.

Kemudian disusul Polres Dharmasraya, dengan sembilan kasus dan empat tersangka serta barang bukti berupa sembilan unit sepeda motor.

“Lalu ada Polres Limapuluh Kota dan Polres Pessel sama empat kasus tapi Polres Limapuluh Kota dengan tiga tersangka sedangkan Polres Pessel dengan empat tersangka,” tutur Satake.

Sedangkan untuk enam polres tidak ada mengungkap kasus atau nihil seperti Polres Solok Selatan, Polres Mentawai, Polres Bukittinggi, Polres Payakumbuh, Polres Solok, Polres Pasaman dan Polres Agam.

Baca Juga:  Berdalih untuk THR, Oknum Pemnag Gunung Medan Lakukan Pungli

Satake mengimbau, bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan silakan hubungi polres-polres terdekat untuk mengecek kendaraannya. “Atau bisa akses dulu situs E-Barang Bukti,” kata Satake.

Ia berharap masyarakat memasang CCTV yang memantau halaman tempat kendaraannya terparkir. “Kira tahu selama ini CCTV banyak membantu pengungkapan kasus,” akunya.

Lebih lanjut Satake mengungkapkan, untuk operasi Antik di polres dilakukan 30 Maret hingga 12 April 2021.

“Kasusnya sebanyak 88 kasus, dengan 115 tersangka, sejumlah barang bukti disita berupa ganja seberat 21,84 kilogram, sabu 269,16 gram dan15 butir ekstasi,” katanya.

“Polresta Padang juga sebagai polres terbanyak pengungkapan kasus dengan 22 kasus, 32 tersangka. Disita 120,2 gram ganja, sabu 28,75 gram dan 15 butir ekstasi,” sambungnya.

Ia menyebutkan, Polresta Padang sebagai pengungkap kasus terbanyak, karena Kota Padang sebagai pusat ibu kota provinsi. “Tentu tingkat kasusnya juga lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain,” tuturnya.

Lalu disusul oleh Ditrektorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumbar sebanyak 10 kasus dengan 12 tersangka dan barang bukti 1,2 kilogram ganja dan sebanyak 142,76 gram sabu. “Sedangkan Polres Mentawai dan Polres Agam, nihil,” tukas Satake. (cr10)

Previous articleDPRD Dharmasraya Sepakat Dana Pokir Dialihkan untuk Pemulihan Ekonomi
Next articleSky Lounge Hotel Ini Tertinggi di Sumbar, Sajikan 101 Menu Ramadhan