Terlibat Peredaran Sabu, Remaja Putri Dibekuk

24
ilustrasi. (net)

Tim opsnal Satresnarkoba Polresta Padang membekuk empat orang diduga pengedar sabu. Seorang di antaranya seorang remaja wanita berinisial CPM, 20, yang pertama kali ditangkap petugas. Dari hasil pengembangan dan keterangan pelaku inilah akhirnya berhasil diamankan tiga orang laki-laki teman pelaku.

Penangkapan terjadi Minggu (11/10) dini hari terhadap pelaku CPM. Penangkapan berawal dari laporan masyarakat kepada anggota Satres Narkoba bahwa pelaku sedang memiliki, membawa, menguasai, menjadi perantara jual beli sabu.

Dari laporan tersebut, kemudian dilakukan penyelidikan dan pengintaian, CPM diamankan di kawasan Parakgadang. Saat digeledah, dari tangan gadis tersebut disita 3 paket sabu.
Saat Tim Opsnal menanyakan HP milik CPM, ia mengaku HP miliknya berada di rumah temannya yang tidak jauh dari lokasi penangkapan, Kelurahan Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur.

Petugas langsung mendatangi rumah teman CPM tersebut. Saat membuka pintu didapati dua orang laki-laki dewasa MFA, 21, dan QTM, 21. Petugas kemudian menggeledah dan menemukan barang bukti berupa satu unit HP.

Kapolresta Padang AKBP Imran Amir didampingi Kasatresnarkoba AKP Dadang Iskandar mengatakan, Tim Opsnal melakukan pengembangan asal barang haram yang didapat CPM. Pelaku menyebut barang tersebut dari temannya bernama RFMS warga Marapalam Kecamatan Padang Timur.

Baca Juga:  Balon Bupati Solok Iriadi Dt Tumanggung Datangi Polda Sumbar

”Dengan cara dipancing oleh CPM untuk bertemu di pinggir jalan raya Jalan Gajah Mada, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, akhirnya pelaku RFMS berhasil ditangkap,” sebut Kapolresta Padang.

Saat penggeledahan di lokasi penangkapan, petugas hanya menemukan satu unit handphone android warna biru. Sehingga, petugas melanjutkan penggeledahan ke rumah pelaku.

”Di rumahnya ditemukan barang bukti berupa satu kantong warna hitam yang di dalamnya terdapat 13 paket sabu, timbangan digital, dan kertas bening,” ujarnya. Saat ini tersangka sudah diamankan dan kasus sedang dalam pengembangan petugas. (err)