Ganja Asal Sumut Dipasok ke Sumbar, Dua Kurir-20 Kg Ganja Diamankan

24
Dua pelaku dan 20 kilogram ganja kering asal Sumateta Utara berhasil diamankan petugas. Saat ini kasus tangkapan besar itu sedang dikembangkan. (IST)

Sumbar darurat narkoba. Barang haram itu terus dipasok dari provinsi tetangga oleh para pelaku. Baru-baru ini Satuan Reserse Narkoba Polres Pasaman berhasil mengamankan dua orang kurir ganja bersama barang bukti 20 kilogram ganja kering siap edar.

Kedua pelaku sengaja menjemput barang haram itu ke Provinsi Sumatera Utara untuk dipasok ke Sumbar. Aksi mereka digagalkan polisi di jalan lintas Sumatera Medan-Bukittinggi, tepatnya di daerah Pegang Baru Jorong Pegang Nagari Bahagia, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, Minggu (11/4) sekira pukul 21.30.

“Dalam rangka Operasi Antik Singgalang 2021, Tim Satres Narkoba Polres Pasaman berhasil mengamankan 2 orang laki-laki. Dari kedua tersangka ini polisi juga berhasil mengamankan 20 paket narkoba jenis ganja kering siap edar yang beratnya sekitar 20 kilogram,” ujar Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Andriansyah saat ekspose, kemarin.

Kedua kurir narkoba yang ditangkap yakni, berinisial ID, 30, wiraswasta, dan RN, 28, wiraswasta. Kedua tersangka tinggal di Jalan Aiapaku, Kelurahan Sungaisapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Selain mengamankan 20 kilogram ganja, pihaknya juga mengamankan 1 unit sepeda motor warna kuning merek Kawasaki Tracker tanpa nomor polisi. Pelaku menggunakan motor ini untuk membawa ganja dari Sumut.

Penangkapan tersebut berawal, dari informasi masyarakat dan juga hasil monitoring serta evaluasi di lapangan yang menyebut akan adanya penjemputan atau pengiriman- narkotika jenis ganja dari Sumatera Utara untuk dibawa ke wilayah Sumatera Barat.

Bermodalkan informasi itu, Tim Satres Narkoba yang terlibat dalam Ops Antik Singgalang 2021 mulai melakukan pengintaian selama beberapa hari ke daerah perbatasan.

“Minggu (11/4) sekira pukul 21.00 pada saat kegiatan monitoring dan pengintaian, anggota Satres Narkoba melihat 1 unit sepeda motor warna kuning merek Kawasaki Tracker melintas di wilayah Kecamatan Rao dengan membawa tas ransel dan karung goni plastik warna putih,” ujar Kapolres AKBP Dedi Nur Andriansyah yang didampingi Kasat Narkoba, Iptu Syafri Munir.

Personel kemudian mengikuti kendaraan itu. Di kawasan Pegangbaru, Kecamatan Padanggelugur, petugas menyetop pengendara, namun tidak diindahkan. “Karena tidak mengindahkan imbauan polisi, selanjutnya anggota memberhentikan secara paksa dan sepeda motor dapat diberhentikan dan langsung diamankan kedua pelaku beserta barang bukti,” tuturnya.

Baca Juga:  75 Pegawai KPK Terancam Diberhentikan

Kasat Reserse Narkoba Polres Pasaman, Iptu Syafri Munir menambahkan, pemeriksaan terhadap barang bawaan dari dua tersangka disaksikan oleh warga masyarakat setempat dan kepala jorong di daerah itu.

“Dari hasil pemeriksaan didapati satu buah karung goni plastik warna putih yang berisikan 9 paket ganja kering yang di balut lakban warna coklat, dan selanjutnya anggota memeriksa 1 tas ransel warna hitam yang berisikan 7 paket ganja yang juga dibalut lakban warna coklat dan satu tas warna hijau yang berikan 4 paket ganja,” bebernya.

Tersangka dan barang bukti ganja sudah diamankan. Mereka dijerat pasal 114 ayat (2) subs 115 ayat (2) subs 111 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yakni ancaman hukuman seumur hidup atau penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

“Saat ini kasus masih terus kami kembangkan, dan koordinasi akan dilakukan dengan kepolisian tetangga,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumbar, darurat narkoba sudah hampir di seluruh wilayah di Sumatera Barat. Tingkat penyalahgunaan narkoba saat ini sudah mencapai lebih kurang 60 ribu orang dan itu merupakan usia produktif (10-65 tahun). Sumbar termasuk jalur merah peredaran narkoba dan merupakan pintu masuk narkoba, seperti ganja, sabu-sabu, pil ekstasi dan lainnya.

Tahun 2019 BNN Sumbar sudah menyita ganja lebih kurang 450 kg ganja, kalau satu pemakai 3 gr saja maka dengan 450 kg menyasar 150.000 orang pemakai. Hal itu dikatakan Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat Brigjen Pol Drs Kasril Arifin ketika melaunching Nagari Bersih Narkoba (Bersinar) di Nagari Sumaniak Kecamatan Salimpaung, Jumat (9/4) lalu.

“Kita minta pemerintah daerah dapat mengumpulkan penegak hukum agar pengedar narkoba dihukum seberat-beratnya, ini tidak main-main. Pada akhirnya nanti untuk Indonesia undang-undang narkoba direvisi seperti untuk pengedar 450 kg dihukum mati, tidak ada tawar menawar,” ujarnya.

Diumpamakan Kasril untuk bahaya Covid-19 yang kena dalam waktu 1 tahun di Batusangkar mencapai 5000 orang dan hampir 100% sembuh, tapi kalau narkoba jika kena 5000 belum tentu sembuh 5%, malah bertambah, jadi ini sangat berbahaya. (wni)

Previous articleDi Atas Rata-rata Provinsi, IPM Pariaman Meningkat
Next articleGenius Sampaikan 5 Pembangunan Mendesak