Sudah Beristri Dua, Kakek Rutiang Cabuli Anak Tetangga

183
Tersangka diperiksa di Mapolres Solsel, Senin (15/6) oleh Kanit PPA. (Foto: Arditono-Padang Ekspres)

Kata-kata bejat pantas dicapkan kepada LG, 70, warga Jujutan Nagari Lubukgadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan ini.

Tak ingat usianya yang sudah lanjut, kakek rutiang ini justru berulah. Ia malah mencabuli anak di bawah umur. Kini ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji.

Kepada petugas polisi, pelaku pedofil yang berprofesi sebagai petani jagung ini mengaku mengimingi korbannya uang Rp100-200 ribu sebelum akhirnya sang korban manut saja ketika dicabuli.

“Tersangka mengaku sudah dua kali mencabuli anak tetangganya sendiri. Modusnya korban dikasih uang, kemudian korban dicabuli,” ungkap Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, Iptu M. Arvi kepada Padang Ekspres, Senin (15/6/2020).

Korban berusia 13 tahun, dicabuli pertama kali sebelum bulan Ramadhan. Dan aksi kedua tersangka lakukan usai Hari Raya Idul Fitri kemarin.

“Waktu dicabuli yang pertama korban diberi uang Rp 100 ribu. Dan yang kedua Rp200 ribu,” sebut Iptu M. Arvi.

Tersangka menggarap si korban di pondok kebun jagung miliknya. “Korban sering bermain di dekat kebun jagungnya. Karena sering melihat korban, disitulah muncul nafsu tersangka. Bahkan adik sepupu korban pernah melihat peristiwa itu,” papar Iptu M. Arvi.

Perbuatan tersangka baru diketahui pihak keluarga saat korban bertengkar dengan adik sepupunya. Saat pertengkaran itu, terungkap jika korban pernah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari tersangka yang kabarnya sudah beristri dua. Kepada keluarga pun korban mengakuinya.

Iptu M. Arvi menegaskan, tersangka dijerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, di Pasal 82 Ayat 1 dan ayat 2. “Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya. (tno)