Jika Pemakaman Pasien Covid-19 Ditolak, Polda Siap Tindak Tegas

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto. foto:ist)

Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar mengingatkan masyarakat jangan sampai terjadi penolakan pemakaman jenazah pasien terinfeksi virus korona (Covid-19). Jika ada pihak yang menolak, maka Polda akan mengusutnya dan melakukan tindakan tegas.

Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, tindakan tegas berupa satu tahun kurungan penjara.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 212 dan Pasal 214 KUHP serta Pasal 114 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Penanggulangan Wabah dan Karantina.

“Kalau ada yang melakukan penolakan kita proses. Nanti akan kita tindak tegas dengan pasal tentang penanggulangan wabah dan karantina itu. Setidaknya hukumannya satu tahun,” kata Kombes Pol Satake, Kamis (16/4/2020).

Dia menambahkan, hingga saat ini Polda Sumbar belum menerima satu pun laporan dari terkait penolakan pemakaman jenazah pasien terinfeksi Covid-19.

“Belum. Nanti akan kami komunikasikan juga kepada para kapolres kalau ada yang melakukan penolakan, supaya ada tindakan tegas,” ujarnya.

Lebih lanjut Kombes Pol Satake menyebut, setiap proses pemakaman jenazah pasien terinfeksi Covid-19 dilakukan secara ketat dan akan dikawal jajaran Polda Sumbar.

“Kapolres supaya imbauannya tegas, kalau ada yang menolak (pemakaman). Diminta kawal untuk membantu proses pemakaman,” jelasnya.

Ia berharap, masyarakat dapat menerima ikhlas setiap korban yang meninggal akibat wabah virus korona. “Kalau ada berupaya melakukan penolakan kami proses. Nanti kami tindak tegas dengan pasal itu. Sekali lagi, jangan sampai memprovokasi,” ingatnya.

Dimakamkan Sesuai Standar

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto juga meminta masyarakat tidak menolak jenazah pasien terkait Covid-19.

“Mereka adalah saudara-saudara kita. Mereka itu keluarga kita yang harus menjadi korban karena penyakit ini. Bahkan ada dari mereka yang gugur karena melaksanakan tugasnya. Marilah kita menghormati mereka, tidak ada alasan menolak atau takut,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (11/4/2020) lalu.

Yurianto menegaskan bahwa semua jenazah terkait Covid-19 mendapatkan perlakuan sesuai prosedur operasional standar internasional. Tubuh jenazah dibungkus dalam kantong plastik dan dimasukkan dalam peti yang tertutup rapat. Peti ini juga telah dibersihkan dengan disinfektan.

Pemulasaran jenazah pun dilakukan petugas terlatih yang memang berwenang melakukan itu. Sehingga tidak ada kemungkinan virus korona, yang tidak bertahan lama di luar tubuh manusia, untuk menyebar di daerah sekitar pemakaman.

“Selain itu, protokol penguburan jenazah sudah dibuat sesuai dengan protokol Kementerian Agama dan fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 18 tahun 2020,” tutur Yurianto.(esg)