Balon Bupati Solok Iriadi Dt Tumanggung Datangi Polda Sumbar

53
Iriadi Dt Tumanggung didampingi penasehat hukum melapor ke Ditreskrimsus Polda Sumbar, Jumat (16/10/2020).

Bersama penasehat hukumnya, Iriadi Dt Tumanggung melapor ke Mapolda Sumbar, Jumat (16/10/2020). Bakal calon Bupati Solok itu tidak terima dirinya dinyatakan tidak layak mengikuti Pilkada 2020 di Kabupaten Solok.

“Kami melaporkan dugaan pidana pencemaran nama baik yang dilakukan oknum Komisioner KPU dan Bawaslu Kabupaten Solok, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar, yang mengeluarkan hasil kesehatan bahwa saya tidak layak mengikuti kontestasi pesta demokrasi karena masalah jantung,” ujar Iriadi kepada awak media usai melapor di ruang Ditreskrimsus Polda Sumbar.

Iriadi mengatakan bahwa dirinya tidak mengalami gangguan kesehatan apapun seperti yang disebutkan. Ia menduga ada indikasi untuk menggagalkan dirinya maju Pilbup Solok.

“Kecurigaan mengarah ke sana dan saya menuntut mereka secara hukum pidana dan perdata,” kata Iriadi didampingi kuasa hukum Syaiwat Hamli SH dan Ganefri Indra Yanti SH.

Iriadi menerangkan tuntutannya secara pidana ialah tentang publikasi dirinya yang tersebar di media massa yang menurutnya mencemari namanya. Sebab, apa yang disangkakan terkait adanya gangguan kesehatan tidak benar.

Baca Juga:  Dugaan Penganiayaan Wartawan, Kapolsek: Pelaku dan Korban Kawan Akrab

“Dalam keterangan dokter itu saya memakai alat bantu jantung, tapi saya tegaskan itu tidak benar, bahkan saya telah melakukan pengecekan kesehatan di rumah sakit di Jakarta,” katanya.

“Mereka pun mengukur kesehatan jantung saya dengan anak tangga, dimana saya dikatakan melewati dua anak tangga saja tidak mampu, namun nyatanya ketika saya melapor ke sini (Polda) dua kali naik turun dengan 92 anak tangga dan saya mampu,” ujar Iriadi.

Sebelumnya seperti dikutip dari portal online, Anggota KPU Kabupaten Solok, Defil menyatakan, bakal calon bupati Iriadi Dt Tumanggung berdasar rekomendasi IDI tidak bisa mengikuti tahapan pilkada selanjutnya. Alasannya, Iriadi Dt Tumanggung menghadapi masalah pada jantungnya.

“Berdasar penjelasan IDI, dalam melakukan aktivitas sehari-hari, yang bersangkutan (Iriadi Dt Tumanggung) memakai alat bantu. Kalau dipaksakan menjadi calon sampai menjadi bupati bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Defil, Selasa (15/9/2020). (*/hsn)