Kantor Asuransi Dikupak Maling

Kantor perusahaan asuransi PT Sun Life Financial Indonesia yang terletak di Jalan Raya Bukittinggi-Padang terlihat acak-acakan usai disatroni maling, kemarin (16/4). (IST)

Kantor perusahaan asuransi (PT Sun Life Financial Indonesia) di Jalan Raya Bukittinggi-Padangluar, dibobol maling, Kamis (16/4). Aksi tersebut terekam kamera CCTV dengan dugaan jumlah pelaku dua orang. Tanpa penjagaan sekuriti, para pelaku dengan leluasa mengacak-acak seluruh isi ruangan kantor. Alhasil, pelaku berhasil membawa kabur 8 unit komputer yang berisikan data penting perusahaan. Perusahaan itu disebut mengalami kerugian hingga Rp 50 juta lebih.

“Saya datang sekitar pukul 8.30 Wib. Kondisi luar masih lengkap dengan roling tertutup, tapi seperti ada bekas congkelan. Gemboknya baru dipegang sudah langsung copot. Saat itu saya mulai curiga, sebab pintu kaca biasanya tertutup,” ujar Fadhli, salah satu OB kantor yang mengetahui kejadian itu pertama kali.

Sementara itu, Penanggungjawab Kantor, Netti Fitrini mengaku, kantornya memang tidak ada penjagaan di malam hari. Selama tiga tahun beroperasi di lokasi tersebut, juga tidak pernah terjadi peristiwa serupa. “Tiga tahun ini sangat aman. Bahkan 10 tahun belakangan kata tetangga di sini tidak ada kejadian, aman saja,” ujarnya.

Netti mengaku mendapat informasi pertama kali dari OB yang biasanya bertugas datang lebih awal. “Saya datang ke sini sekitar pukul 09.00 WIB. OB datang lebih awal lalu menelepon saya. Dari depan tidak kelihatan, ternyata seluruh ruangan sudah diacak, mungkin mereka mencari uang cash. Kami kehilangan perangkat komputer berupa
CPU dan monitornya sebanyak 8 unit. Karena ini kantor asuransi yang ada itu,” katanya.

Menurut Netti, kerugian terbesarnya berupa data perusahaan. “Semua data ada di situ, itu yang mahal sebagai perusahaan asuransi. Kami harus beli komputer lagi, nyari data lagi. Untuk nasabah, tidak ada yang dirugikan karena datanya juga sudah tercatat di kantor pusat,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution membenarkan peristiwa itu. “Laporan korban secara resmi ke SPKT Polres Bukittinggi belum ada. Namun tim kami yang mendapatkan informasi sudah mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP,” ujar Chairul.

Dari hasil olah TKP, katanya, aksi maling itu diduga terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Karena kantor tersebut tidak menggunakan CCTV, maka rekaman video berhasil didapat dari kantor sebelahnya. “Sesuai rekaman CCTV kedua kantor disampingnya, didapati pelaku berjumlah dua orang menggunakan mobil avanza warna hitam,” sebutnya.

AKP Chairul juga mengaku timnya berhasil mendapati sejumlah bekas sidik jari para pelaku. Selain itu juga didapati kunci pintu beserta dua gembok roling dalam keadan rusak dan jebol. “Ruangan kerja berantakan. Ditemukan sebilah pisau bergagang kayu di atas meja kerja diduga milik pelaku. Kerugian yang dialami berupa 8 unit monitor komputer dan 6 unit CPU. Total kerugian diperkirakan lima puluh juta rupiah,” pungkasnya. (ryp/stg)