Nasabah Gagalkan Perampokan

Dua pelaku perampokan saat diamankan di Polres Tanahdatar. Keduanya kini sedang dimintai keterangan oleh penyidik. (IST)

Nasabah Bank Nagari Cabang Batusangkar dibantu warga nekat melakukan perlawanan saat dirampok di Jalan Raya Silambiak, Jorong Saruoso, Nagari Saruaso, Tanahdatar, kemarin. Dalam aksinya, korban berhasil memegang leher pelaku yang sudah duduk di atas motor.

“Berkat perlawanan korban bernama Zulhefi dibantu warga sekitar, aksi perampokan digagalkan. Korban berhasil mengamankan uang tunai yang sudah diambil kedua tersangka. Dan, kini mereka sudah kita amankan,” kata Kasubag Humas Polres Tanahdatar, Iptu Marjoni, kepada wartawan di Mapolres, kemarin.

Dua pelaku masing-masing berinisial BI, 32, sopir dan warga Suka Jadi Lubuklinggau dan FT, 35, sopir dan warga Talang Badung, Lubuk Linggau. Aksi nekat kedua pelaku bermula saat korban Zulhefi, 42, bersama istrinya Ade Eka Putri, 37, warga Jorong Koto Gadang Hilir Nagari Padang Ganting pulang dari Bank Nagari Batusangkar setelah mengambil uang Rp 30 juta. Korban saat itu mengendarai pikap L300.

Sebelum pulang keduanya berhenti di Pasar Batusangkar untuk membeli keperluan dapur. “Kuat dugaan korban sudah diintai sejak keluar dari bank oleh pelaku,” sebutnya. Saat itu ban mobil belakang Zulhefi mengalami bocor. Ia kemudian pergi ke Bengkel Budi Motor di Pincuran Tujuh untuk mengganti bannya dengan ban cadangan.

“Setelah mengganti ban, ia pergi menjemput istrinya ke Pasar Batusangkar dan langsung menuju ke Padangganting,” ujarnya. Di perjalanan pulang itu di depan Perumahan PJP Batu Balang, korban melihat ada sepeda motor yang memepetnya. Namun hal itu tidak dihiraukannya. Karena ada yang harus dibeli, istri korban berhenti di depan Masjid Raya Saruaso. Saat itu ia melihat pengendara sepeda motor yang memepetnya berhenti di dekat ban belakang sebelah kiri mobilnya.

Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan lagi ke Padangganting. Namun di perjalanan ban mobil mereka kembali bocor tepatnya di Simpang Silambiak. Korban mengganti ban yang bocor. Sementara istrinya pergi membeli susu anak di minimarket yang tak jauh dari lokasi. Sementara uang tunai dengan total Rp 41 juta ditinggalkan di dalam mobil
tersebut.

Saat mengganti ban tersebut, kedua pelaku beraksi. Namun korban mengetahui dan melihat dari bawah kolong mobil ada kaki yang mendekat ke mobilnya. Kemudian ia mendengar suara pintu mobil terbuka.

Mendengar pintu mobilnya dibuka, korban langsung keluar dari kolong mobil. Ia melihat seorang pelaku melarikan tas miliknya berisikan puluhan juta. Sementara satu pelaku lainnya menunggu di motor. Korban langsung berteriak sambil mengejar pelaku. Ia berhasil memegang leher pelaku yang sudah duduk di atas motor tersebut.

Motor pelaku rebah kuda, namun keduanya melarikan diri. Warga yang mendengar dan melihat kejadian itu langsung melakukan pengejaran. Pelaku yang ketakutan kemudian membuang tas tersebut di jalan. Keduanya berhasil ditangkap warga dan personel polisi yang sudah diberitahu peristiwa itu.

“Kami berhasil mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Beat BM 4566 KY, tas berisikan uang tunai Rp 41 juta serta dua paku bekas tertusuk di ban mobil milik korban. Kedua pelaku dapat terancam Pasal 365 jo Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Keduanya kini sudah diamankan dan sedang dimintai keterangan oleh penyidik kami,” pungkasnya. (mal)