Lagi, Residivis Narkoba Diciduk

Ilustrasi narkoba. (INTERNET)

Jajaran Satuan Resnarkoba Polres Solok kembali mengamankan dua orang pemuda yang diduga pengedar narkoba. Keduanya diringkus di sebuah warung di Jorong Kajai, Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kamis (16/4). Diketahui, pelaku yakni AH, 24, warga Jorong Kajai dan AJP, 24, warga Jorong Simpang, Nagari Kotobaru. AH juga pernah terlibat dalam kasus peredaran narkoba di Kotobaru, dan sempat mendekam di lapas Kelas II B Kota Solok karena kasus yang sama.

Kapolres Solok Arosuka AKBP Azhar Nugroho melalui Kasat Res Narkoba Iptu Eko Kurniawan mengungkapkan, penangkapan tersangka merupakan pengembangan dari kasus penangkapan sebelumnya terhadap dua orang pelaku narkoba lainnya Z dan AC di Jorong Bawahduku, Nagari Kotobaru, Sabtu (11/4). “Dari hasil pengembangan kasus Z dan AC tersebut, petugas kemudian mengungkap keterlibatan AH, yang merupakan mantan residivis narkoba,” ujarnya.

Berdasarkan itu, petugas kemudian melakukan pengintaian dan memantau gerak gerik pelaku dan menunggu waktu untuk melakukan penyergapan. Saat berada dalam sebuah warung, petugas kemudian menyergab AH bersama AJP yang diduga hendak melakukan transaksi narkoba.

Pada saat digerebek, AH terlihat membuang bungkusan plastik warna hitam ke selokan air yang berada di bawah kedai tersebut. Saat dilakukan penggeledahan petugas berhasil mengamankan satu paket yang diduga narkotika jenis sabu yanh dibungkus dengan plastik klem kecil warna bening. Kemudian dimasukan dan dibungkus lagi dengan plastik klem kecil warna bening.

Barang tersebut ditemukan didalam warung milik AH namun kedua orang pelaku tersebut tidak mengakui barang tersebut miliknya. Selain itu petugas juga mengamankan satu pak plastik klem ukuran kecil warna bening yang diduga dipakai sebagai pembungkus narkoba jenis sabu.

Kemudian juga diamankan satu buah kaca pirek yang terpasang dot warna kuning, satu unit handphone dan lainnya. “Kedua pelaku beserta barang bukti yang ditemukan sudah disita dan dibawa ke Sat Narkoba Polres Solok untuk proses dan penyidikan lebih lanjut,” tutupnya. (f)