Tiga Pelaku Tambang Emas Ilegal Ditangkap, Satu Alat Berat Disita

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto ekspose pengungkapan kasus tambang emas ilegal di Solsel, secara virtual di Mapolda Sumbar. (Foto: Humas Polda)

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar kembali mengungkap kasus penambangan emas tanpa izin (illegal mining) di Kabupaten Solok Selatan (Solsel).

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto mengatakan, tiga pelaku dalam kasus illegal mining tersebut telah ditangkap, yakni WP, 27, sebagai pengawas lapangan, YH, 20, sebagai operator alat berat, dan I, 37, selaku pendulang emas.

Penambangan emas tanpa izin itu, kata Bayu, dilakukan para pelaku di aliran Sungai Pamong Gadang, Jorong Jujutan, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Solsel pada Selasa (5/5/2020) lalu.

Barang bukti yang disita petugas di antaranya satu unit alat berat merek Komatsu, satu komputer alat berat, satu mesin Dompeng, 1 asbox, satu lembar rumput sintetis, sebungkus emas urai seberat 12,56 gram, satu unit jeriken BBM solar, 2 unit HP, dan satu alat timbang digital.

“Modus operandinya, kegiatan pertambangan tanpa izin usaha pertambangan dan pengolahan batuan menggunakan mesin stone crusher (pemecah batu),” ungkap Bayu didampingi Kasubdit IV Ditreskrimsus Kompol Bendot P dan Kasubbid Penmas AKBP Nurbaiti saat ekspose secara virtual, di Mapolda Sumbar, Senin (18/5/2020).

Kasubdit IV Kompol Bendot menambahkan, pengungkapan kasus tambang emas ilegal ini dilakukan pihaknya setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.

Setelah itu dilakukan penyelidikan. “Ternyata ditemukan adanya aktivitas penambangan emas di sana,” jelasnya.

Dalam dua bulan terakhir, katanya Ditreskrimsus Polda Sumbar sudah tiga kali melakukan penindakan terhadap penambang emas ilegal di wilayah hukum Polda Sumbar. Pertama di Sijunjung, kedua di Tanahdatar dan kali ini di Solsel.

Para tersangka dikenakan Pasal 158 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.(esg)