Kepala Gudang dan Mantan Karyawan Diciduk

ilustrasi penangkapan. (Pixabay)

Aksi dua pria mencuri plastik milik toko tempatnya bekerja di Kota Bukittinggi selama empat bulan akhirnya terbongkar. Dua pria yang merupakan kepala gudang dan mantan karyawan itu akhirnya ditangkap polisi.

Dua pelaku masing-masing berinisial JA, 31, warga Kusuma Bakti, Kelurahan Kubu Gulai Bancah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan dan IMZ, 30, warga Jalan Kampung Koto, Bukik Apik Puhun, Kecamatan Gugukpanjang, Kota Bukittinggi.

Keduanya diamankan Unit Reskrim Polres Bukittinggi setelah aksi pencurian yang mereka lakukan di gudang milik Toko Plastik Saudara, Jalan Bypass Aur Atas, Kota Bukittinggi tercium sang empunya. Kasus ini pun berhasil diungkap penyidik tak sampai 24 jam pasca masuknya pelaporan korban.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara menyebut, kedua pelaku ditangkap setelah pihaknya menerima laporan korban pada Jumat (15/1) lalu. Korban melapor menyusul terus berkurangnya stok plastik pada gudang itu selama lima bulan terakhir, secara bertahap.

”Kasusnya berhasil dipecahkan penyidik dalam waktu singkat. Hari Jumat korban melapor dan tercatat dengan Nomor: LP/12/K/I/2021 tertanggal 15 Januari 2021, hari itu juga kedua pelaku ditangkap tim opsnal,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP Chairul Amri Nasution, Senin (18/1).

Dijelaskannya, kedua pelaku yang terlibat aksi pencurian itu merupakan karyawan dan mantan karyawan toko tersebut. Pelaku IMZ merupakan Kepala Gudang toko dan telah bekerja selama 3 tahun. Sedangkan JA, merupakan mantan karyawan toko itu. Modus yang dilakukan dua pelaku yaitu menggunakan kunci gudang yang sudah diduplikat. Mereka beraksi pada malam hari saat semua karyawan dan pekerja gudang pulang.

Baca Juga:  Jadi Pengedar Sabu, Dua Pasutri Diringkus

”Mereka bekerja sama melakukan pencurian saat toko dalam keadaan sudah tutup. Setelah menggarap isi toko berupa plastik berbagai jenis, keduanya kemudian menjualnya ke luar kota menggunakan mobil rental,” terangnya.

Berdasarkan pengakuan para pelaku ke penyidik, aksi pencurian itu sudah dilakukan sejak 9 September 2020 lalu. Hasil pemeriksaan sementara, setelah empat bulan beraksi, sekitar 83 bal plastik jenis Poly Propylene (PP) dan Poly Ethylene (PE) berhasil disikatnya.

Plastik jenis PP sendiri biasa digunakan orang untuk packing atau pembungkus makanan, snack, sedotan plastik, kantong obat dan lainnya. Untuk jenis PE biasa digunakan orang untuk packing minuman atau cairan, seperti es batu, sirup dan minuman lainnya.

Aksi para pelaku itu baru diketahui setelah pemilik toko mencurigai stok plastik selalu berkurang bahkan habis, namun tidak sesuai dengan keuntungan hasil penjualan yang diperoleh. Guna membuktikan kecurigaannya, pemilik toko lantas melapor ke polisi.

”Atas kejadian ini, korban mengaku mengalami kerugian hampir mencapai Rp 2 miliar,” bebernya. Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat polisi dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara. (p)

Previous articleBMKG: Januari-Februari Puncak Musim Hujan
Next article42 Guru di 34 Lembaga Terpapar Korona