Nekat Bawa Senpi, Seorang Pemuda Ditangkap

18
ilustrasi senpi rakitan. (net)

Seorang pemuda berinisial VM, 21, kedapatan memiliki senjata api jenis revolfer tanpa izin. Sehingga diamankan Satuan Lalu Lintas, Polres Limapuluh Kota, Rabu (7/4) lalu.
Pemuda dengan identitas KTP beralamat di Koto Alam, Nagari Salareh Aie Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam ini, nekat melintas di depan Polres Limapuluh Kota, mengendarai motor tanpa tanda nomor polisi dan tak menggunakan helm.

Sehingga diterpaksa dihentikan petugas dan diperiksa. Peristiwa tersebut dibenarkan, Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso melalui Wakapolres Kompol Russirwan dan Kasatresrim, AKP Nofrizal Can, Minggu(18/4) malam.

”Benar, pria tersebut bersama barang bukti satu pucuk senjata api rakitan jenis revolper beserta dua butir amunisi di dalam silindernya. Tersangka diamankan berikut satu unit sepeda motor merk Satria FU tanpa plat nomor, satu helai kain warna hijau, satu buah KTP dan satu unit handphone,” terang Kapolres melalui Wakapolres Kompol Russirwan dan Kasat Reskrim, AKP Nofrizal Can.

Peristiwa penangkapan tersebut berawal ketika, Rabu (7/4) pagi sedang digelar upacara sertijab Wakapolres Limapuluh Kota, Kompol Russirwan, melintas satu unit kendaraan roda dua dari arah Pekanbaru menuju Payakumbuh tanpa dilengkapi tanda nomor polisi kendaraan.

Saat kejadian, petugas Provos Aiptu Gokma, Baur Paminal Sipropam, Brigadir Yulis Defira dan Kasat Lantas Brigadir Diko Haris Sandi, sedang melaksanakan Pamgiat dan pengaturan lalulintas di depan Markas Komando Polres Limapuluh Kota yang berada di jalan raya Sumbar-Riau, Ketinggian Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

Tak hanya motor tanpa nomor polisi, pengendaranya juga tidak menggunakan helm. Karena si pengendara tidak mematuhi aturan berlalu lintas, membuat Brigadir Diko Haris Sandi bereaksi lalu menghentikan kendaraan yang ditunggangi pelaku sambil menanyakan kelengkapan kendaraannya.

”Tentu saja gelagat pria tersebut memancing kencurigaan petugas polisi, sehingga Brigadir Diko Haris Sandi bersama Aiptu Gokma dan Brigadir Yulis Defira melakukan penggeledahan terhadap badan, pengendara berinisal VM ini. Kecurigaan ternyata benar, selain pelanggaran berkendara, ternyata sepucuk senjata api rakitan jenis revolver terselip dibagian perut pengendara ini, diselipkan dibagian perutnya dan diikat dengan kain warna hijau,” ungkap AKP Nofrizal Can.

Karena memiliki senjata api tanpa izin, akhirnya VM diamankan untuk menjalani proses hukum. Sesuai dugaan tindak kejahatan yang dilakukannya. Kepada penyidik Satreskrim Polres Limapuluh Kota, VM mengakui senjata api rakitan tersebut titipan temannya di Pekanbaru, Riau.

Belum diketahui dengan jelas, untuk apa pria tersebut membawa senjata api rakitan yang berisikan dua butir amunisi di dalam silindernya tersebut. Dijelaskan Kasat Reskrim, AKP Nofrizal Can, kemilikan senjata api tanpa izin, akan dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang mengubah STBL 1984 Nomor 17 dan Undang-Undang RI dahulu Nomor 8 Tahun 1948 dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau hukuman penjara sementara selama 20 tahun.

”Sebab sesuai undang-undang, barang siapa, yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan, atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun,” pungkas AKP Nofrizal Can. (fdl)

Previous articleLagi, Raflesia Mekar di Nagari Batipuah Baruah
Next articleGubernur Dukung Unand Teliti Pengintegrasian Kesiapsiagaan Covid-19