Sindikat Sabu Internasional Dibongkar

40
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro bersama Kabid Humas  Kombes Pol Satake Bayu memperlihatkan barang bukti narkotika dan bungkusan uang di halaman Mapolda Sumbar, kemarin. (IST)

Jaringan peredaran narkoba internasional (antar negara, red) telah merambah hingga ke Sumbar. Setelah proses penyelidikan dan pengambangan kasus yang cukup lama, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumbar berhasil mengungkap jaringan itu.

Delapan pelaku diamankan beserta barang bukti narkotika jenis sabu seberat 2.110 gram atau 2 kilogram lebih dan pil ekstasi sebanyak 5.708 butir. “Pengungkapan ini berawal dari penangkapan pelaku berinisial Sy pada 10 Agustus lalu di Jalan Kampung Baru, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang. Dalam penangkapan, ditemukan sabu 800 gram atau hampir 1 kilogram,” sebut Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sumbar Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro kepada wartawan di halaman Mapolda Sumbar, kemarin.

Dari hasil penangkapan tersebut, Sy menyebutkan barang haram tersebut didapatkan dari seorang laki-laki di Pekanbaru, Riau. Mendapat informasi itu, petugas bergerak ke Riau.
“Petugas melakukan pencarian terhadap laki-laki tersebut yang dipanggil YY di Pekanbaru, Riau. Namun pelaku tidak ditemukan. Dia masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Sumbar,” tutur Wahyu.

Pada 3 September sekitar pukul 03.00, petugas menangkap OT dan DAF di Jorong Ketinggian, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. “Dari penangkapan ini kita menemukan berupa satu butir pil ektasi dan bungkahan sabu dibungkus dengan uang pecahan dua ribu pada bagian persneling di dalam mobil yang  dikendarai,” ungkap Wahyu.

Setelah dilakukan penyelidikan, awalnya keduanya tidak mengakui sebagai pemilik narkoba tersebut. “Atas penjelasan OT, mobil yang mereka kendarai adalah milik YY (DPO). Lalu, petugas melakukan pengejaran terhadap YY ke Pakanbaru, Riau,” tutur Wahyu.

YY akhirnya berhasil ditangkap di rumahnya di Tangkerang Labuia, Kota Pekanbaru. Saat itu tersangka Yasin Yusuf sedang bersama seorang perempuan berinisial SZ. “Lantas tim menanyakan keberadaan narkotika yang dicari, namun YY tidak mengakui. Lalu, tim membawa YY dan tersangka lainnya ke Polda Sumbar untuk dilakukan pemeriksaan dan cek urine,” ungkap Dirresnarnakoba.

Sesampai di Polda Sumbar, Timsus Ditresnarkoba melakukan interogarasi terhadap YY dan rekan lainnya. Dari hasil interogarasi tersebut didapat keterangan bahwa narkotika jenis sabu dan ekstasi tersebut disimpan di rumah YY.

“Timsus  kembali ke Pekanbaru, Riau dengan membawa tersangka YY dan berhasil menemukan barang bukti berupa sabu seberat 2 kilogram lebih dan pil ekstasi sebanyak 5.705,5 butir. Rinciannya sebanyak 3.200 ekstasi warna pink porche berikut serbuknya seberat 1504,02 gram, 2.217 ekstasi warna pink (merah jambu) merek Hello Kitty  dengan berat 732,80 gram , 214 ekstasi warna biru merek Marvel berikut serbuknya seberat 110,93 gram dan 77,5 ekstasi warna pink hijau merek Hulk dengan berat 37,31 gram,” tuturnya.

Baca Juga:  Lebih Satu Kali Melanggar Bakal Ditahan

Adapun modus operandi pelaku yakni menyimpan narkotika jenis sabu dan ekstasi dalam sebuah ruangan “rahasia” yang disamarkan pintunya berupa di rumah milik tersangka YY.
Tidak hanya sampai disitu saja Timsus Ditresnarkoba Polda Sumbar terus melakukan pengembangan dan didapatkan tiga tersangka baru. Yakni RB, EF, AN di Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. “Dari tangan tersangka AN didapatkan tiga butir ekstasi dan dua pil Happy Happy Five. Ketiga tersangka ini diduga adalah kaki dari YY,” ulas Wahyu.

Selian mengamankan narkotika sebagai barang bukti, Timsus juga mengamankan dua unit kendaraan, sertifikat tanah serta uang sebanyak Rp 559.550.000 . “Terkait uang  Rp. 559.550.000 didapat hasil penjualan  barang haram yang disimpan oleh SZ di bank swasta. Sedangkan narkotika berasal dari T warga Malaysia dan mereka bertransaksi di Kota Dumai Pekanbaru,”  jelasnya.

Terhadap kasus ini, tersangaka YY disangkakan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 Jo pasal 137 UU RI Nomor  35 tahun 2009 tentang Narkotika. Untuk tersangka RB,EF dan AN disangkakan Pasal 114 ayat (1) subside Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 127 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Keterlibatan perempuan inisial SZ dalam kasus itu adalah menerima menyediakan buku rekening sebagai salah satu bentuk transaksi pelaku. Makanya dana Rp 559.500 juta disita dari saudara SZ yang diduga dana itu adalah milik tersangka YY.

Selain itu tersangka juga dijerat tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sesuai Pasal 137 UU 35 tahun 2009 yang menjelaskan semuanya tentang yang menerima menyimpan harta benda bergerak hasil tindak pidana narkotika. “Kami akan bekerjasama dengan PPATK untuk menelusuri aset tersangka, digunakan untuk apa saja dan disimpan di mana saja,” ujarnya.

Sementara itu, terkait warga negara Malaysia yang disebutkan pelaku, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri. Namun sebelum itu, identitas serta informasi yang valid tentang T harus didapat terlebih dulu. “Yang jelas kasus ini masih terus kami kembangkan,” pungkasnya.(rid)