Muhammad Lutfi Diperiksa 12 Jam! Kasus Dugaan Korupsi Ekspor CPO!!

24
SEBAGAI SAKSI: Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (tengah) usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Rabu (22/6).(FEDRIK TARIGAN/JPG)

Tak berselang lama pasca perombakan dua menteri di kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, eks Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dipanggil oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Rabu (22/6) pukul 09.10 WIB, Lutfi tiba di Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Pemeriksaan baru tuntas 12 jam kemudian. Lutfi diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya.

Lutfi baru keluar dari Gedung Bundar Jampidsus pukul 21.10 WIB. Sayang, dia enggan menyampaikan keterangan apa pun terkait materi pemeriksaan. ”Semua materinya silakan ditanyakan ke penyidik,” ucapnya kepada awak media.

Lutfi hanya menyatakan bahwa dirinya memenuhi panggilan Kejagung sesuai kewajibannya sebagai warga negara yang baik. ”Saya datang tepat waktu, tepat hari, dan menjawab semua yang ditanyakan dengan sebenar-benarnya,” terang Lutfi.

Kasus dugaan korupsi ekspor CPO yang tengah disidik oleh Kejagung memang terjadi ketika Lutfi bertugas sebagai Mendag. Karena itu, dia turut diperiksa. Dalam kasus tersebut, Kejagung telah menetapkan lima tersangka.

Termasuk anak buah Lutfi saat masih bertugas di Kemendag. Yakni, Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kemendag Wisnu Wardhana. Tersangka lainnya adalah Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia M.P. Tumanggor dan Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri (Permata Hijau Group) Stanley M.A.

Baca Juga:  Kasus Blokir Mifan, Polres Padangpanjang Terapkan Restorative Justice

General Manager Bagian General Affair PT Musim Mas P. Tagore Sitanggang dan penasihat kebijakan analisis PT Independent Research & Advisory Indonesia Lin Chen Wei juga ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Supardi menyatakan, Lutfi mendapat 15 pertanyaan selama 12 jam diperiksa. ”Jadi, (Lutfi) diperiksa sebagai saksi terkait apa yang diketahui, apa yang didengar, dan apa yang dialami,” jelasnya.

Menurut Supardi, Lutfi menjawab semua pertanyaan secara terbuka dan jelas. Meski demikian, dia belum bisa membuka substansi materi pemeriksaan tersebut. Menurut dia, semua akan terbuka secara jelas di pengadilan.

Dia hanya menjelaskan, pertanyaan yang dilontarkan kepada Lutfi berkaitan dengan latar belakang implementasi berbagai peraturan di Kemendag saat Lutfi masih menjabat.

”Menyangkut HET, ekspor, DMO, dan beberapa ketentuan lain yang menyangkut proses terbitnya PE (persetujuan ekspor, red),” imbuhnya. (syn/c18/cak/jpg)