Ratusan Advokat Dampingi Didi Cahyadi Ningrat

756

Ratusan advokat lintas organisasi di Sumbar akan turun mendampingi perkara pencemaran nama baik yang dihadapi salah seorang advokat Didi Cahyadi Ningrat. Hal ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas sesama profesi advokat.

Perwakilan tim advokat, Guntur Abdurahman didampingi Defika Yudiandra, saat rapat dengan anggota di Gedung KNPI Sumbar, Jumat (23/4/2021) mengatakan, lebih kurang 200 advokat yang akan turun mendampingi Didi Cahyadi Ningrat.

Para advokat ini berasal dari lintas organisasi advokat dengan latar usia berbeda. Upaya ini sebagai bentuk solidaritas antarsesama profesi advokat dan menjaga marwah profesi advokat.

“Rekan kita sedang bekerja menjalankan profesi dengan itikad baik tapi malah ia yang jadi korban kejahatan. Proses hukum tidak berjalan semestinya. Bahkan ditetapkan sebagai tersangka dan berkasnya sudah lengkap,” ujarnya

Para advokat yang akan turun mendampingi Didi Cahyadi Ningrat, sambung Guntur, akan melawan ketidakadilan ini. “Kita akan melaporkan seluruh institusi yang kita nilai tidak profesional dan mengkriminalisasi advokat di perkara ini,” tegas Guntur.

Sementara itu, Wakil Ketua Peradi Padang Virza Benzani menilai perkara ini jelas bentuk kriminalisasi terhadap profesi advokat. “Kenapa dikriminalisasi? Karena jelas perkara ini, perkara yang dibuat-buat. Untuk itu, kita akan dampingi dan bela secara kolektif,” ujarnya.

Baca Juga:  Antisipasi Napi Kabur, Lapas Dibenahi

Dia menambahkan, jika persoalan ini dibiarkan, akan menjadi preseden buruk untuk ke depan. “Jangan kan lusa, besok akan ada lagi advokat yang akan dipidanakan ketika dia menjalankan profesi advokatnya,” terang Ben.

Sebelumnya, Didi Cahyadi Ningrat menjadi korban pemukulan sekelompok orang di kawasan Kunangan Paritrantang, Kecamatan Kamangbaru, Kabupaten Sijunjung, Minggu (10/5/2020).

Pemukulan terjadi usai dia melakukan pemasangan plang tanda batas hutan ulayat Nagari Sumpurkudus dengan perusahaan pengolahan kayu (Lisun) di kawasan Nagari Padangtarok, Kecamatan Kamangbaru.

Mantan Ketua P2TP2A Kabupaten Sijunjung itu terkapar bersimbah darah, selanjutnya dilarikan ke puskesmas terdekat guna mendapat perawatan medis. Sebelum akhirnya melapor ke pihak kepolisian setempat sebagai korban penganiayaan.

Namun dia malah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik dan dijerat dengan Pasal 310 KUHP tentang pencemaran baik karena telah menyebutkan otak pelaku penganiayaan dirinya kepada wartawan. Bahkan berkas perkaranya itu telah dinyatakan lengkap atau P21, dan akan segera disidang di Pengadilan. (idr)

Previous articleIni Usulan Penamaan Jokowi di Mandeh yang Dinilai Warga Tepat & Keren
Next articlePamit di Solok Selatan, Zulfahmi Pimpin Bank Nagari Lubukalung