Dilaporkan ke Bareskrim, Mulyadi: Itu Motif Politik

94

Calon Gubernur Sumbar Mulyadi mengatakan laporan terhadap dirinya ke Bareskrim Polri merupakan tindakan upaya mempengaruhi publik di Pilgub 2020. Dia menegaskan, kehadirannya di Program Coffe Break TvOne hanya memenuhi undangan.

Hal itu disampaikan Mulyadi usai menghadiri silahturahmi dan makan bajamba antara paslon gubernur dan wakil gubernur Sumbar dengan LKAAM Sumbar, di Padang, Rabu (25/11/2020).

“Saya rasa itu, saya tidak ngerti juga, ya. Apa salah alamat, saya juga enggak ngerti juga. Nanti kita lihat hasilnya, motifnya kan. Mau pemilihan ini ada aja upaya-upaya,” ungkap Mulyadi.

Menurut Mulyadi, persoalan ini merupakan urusan televisi yang mengundang dirinya. Sebab sebelum tampil, pria yang pernah menjabat anggota DPR RI tiga periode ini telah berupaya untuk menanyakan ke pihak penyelenggara apakah tidak melanggar.

“Saya ketika datang ke sana sudah dinyatakan bahwa televisi sudah berkoordinasi dengan seluruh pihak. Saya datang juga bukan kampanye. Prinsip kampanye kan harus ada nomor urut, mengajak memilih kita sama ada pasangan calon,” jelas Mulyadi.

Mulyadi yakin masyarakat Sumbar sangat cerdas dan tidak akan terpengaruh dengan pelaporan dirinya ke Bareskrim. “Wah ini tujuannya (dilaporkan) ada sesuatu. Masyarakat sudah cerdas dan bisa menganalisis,” ujar Mulyadi.

Lebih lanjut Mulyadi mengaku heran persoalan tampil di televisi dilaporkan ke Bareskrim. Mulyadi menilai bahwa pelaporan persoalan ini seharusnya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Baca Juga:  Agus Suardi Ajukan Justice Collabolator Kasus Dugaan Korupsi KONI Padang

“Saya juga bingung, saya juga tidak pernah diklarifikasi. Jadi itu kan motif politik, supaya pengaruhi pemilih publik. Tapi publik tahu, persoalan pemilu, saya rasa kita harus lebih orientasi kepada menyampaikan visi misi dan kinerja, bukan lapor melapor,” tegasnya.

Mulyadi kembali menegaskan bahwa dirinya hanya diundang pihak televisi. Bahkan saat tampil, dia tidak pernah berkampanye atau menyampaikan visi misinya sebagai salah satu calon gubernur.

“Saya diundang oleh televisi, saya tanya televisi sudah koordinasi dengan Bawaslu, dijawabnya sudah. Bapak kan tidak ada nomor urut, tidak ada mengajak memilih, tidak ada sampaikan visi misi. Visi misi kan lengkap, kalau ada kata satu dua kan bukan visi misi. Visi misi kan jelas,” katanya.

“Terus, visi, misi lebih panjang lagi. Itu kan (dilaporkan) saya rasa upaya untuk mencoba pengaruhi publik. Mungkin, alhamdulillah, mungkin dirasakan calon gubernur kompetensi paling menang. Kita tidak tahu juga. Kenapa kok cuma kita saja yang dilaporkan atau apalah,” pungkas Mulyadi.

Seperti diketahui, Mulyadi dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh pelapor bernama Yogi Ramon Setiawan. Pelaporan itu terkait dugaan tindak pidana pemilihan umum. (idr)