363 Eks Anggota NII Cabut Baiat Massal dan Ucap Sumpah Setia kepada NKRI

70

Sebanyak 363 orang yang terpapar paham organisasi terlarang Negara Islam Indonesia (NII) mengikuti acara “Cabut Baiat Massal Mantan Anggota NII Kabupaten Dharmasraya dan Pengucapan Sumpah Setia kepada NKRI”, di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya, Sumbar, Rabu (27/4/2022) sore.

Prosesi cabut baiat ini diawali pengucapan sumpah secara bersama, dipimpin seorang mantan aktivis NII. Prosesi ini disaksikan langsung para pejabat, di antaranya Gubernur Sumbar Mahyeldi, Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa, Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Purmanto, Kadensus 88 Anti Teror Polri Irjen. Pol. Marthinus Hukom, Kabinda Sumbar Hendra, dan Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan.

Sumpah berisikan 4 poin, yakni mengakui bahwa Pancasila dan UUD 1945 tidak bertentangan dengan syariat Islam. Kedua, meninggalkan dan menjauhi segala bentuk paham yang bisa memecah-belah NKRI. Ketiga, setia dan patuh terhadap Pancasila dan UUD 1945, dan terakhir, setia kepada NKRI.

Prosesi dilanjutkan penandatanganan berita acara cabut baiat dari masing-masing perwakilan beberapa nagari di Dharmasraya. Kemudian, menyanyikan bersama lagu Bagimu Negeri, dan ditutup tausiyah dan wawasan kebangsaan.

Gubernur Sumbar Mahyeldi sebelum pencabutan baiat massal mengajak warga untuk bersama-sama kembali berbaur, bersama membangun nagari, membangun Dharmasraya, Sumbar dan Indonesia.

“Orang Sumbar sangat cinta NKRI, sejarah sudah mengukirnya. Dalam darah kita mengalir darah para pemersatu bangsa ini.
Orang Sumbar juga suka persatuan dan kesatuan, ditandai dengan kehidupan bermusyawarah serta suka memuliakan tamu. Saya yakin masyarakat ini banyak yang ikut-ikutan saja mungkin karena menghormati tamu, memuliakan tamu. Saya yakin mereka ikut mencoblos juga pada saat pemilu kemarin,” jelas gubernur.

Baca Juga:  Dua Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Padang Ditahan, AS Sakit

Mahyeldi menambahkan, perlu langkah-langkah solutif ke depan yang harus dilakukan bersama. Apalagi di Dharmasraya akan dibangun exit tol dan program-program pembangunan lainnya. Termasuk mengatasi persoalan kesehatan dan stunting yang tidak bisa diselesaikan sendiri oleh gubernur atau bupati saja. tapi harus kompak bersatu semua unsur.

“Mudah-mudahan dengan kebersamaan ini akan menghasilkan hal-hal positif bagi bangsa dan negara,” sambung gubernur dalam rilis Diskominfo Sumbar.

Kadensus 88 AT Polri Irjen. Pol. Marthinus Hukom menyampaikan bahwa masyarakat Minangkabau punya akar budaya serta identitas yang kuat, yang menjadi modal dasar dalam mempertahankan NKRI.

“Saya bangga hari ini terlihat semangat menjaga NKRI. Makanya saya tidak khawatir. Saya mewakili negara dan hukum, saya titip saudara kita ini pada masyarakat, bupati, gubernur, kapolda, danrem, dan semua unsur lainnya sehingga mereka tidak sendiri dan ikut berpartisipasi menjaga keutuhan NKRI,” kata Marthinus.

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa mengimbau kepada masyarakat lainnya yang terpapar paham radikalisme untuk melakukan cabut baiat paling lambat hingga 20 Mei 2022.

“Seluruhnya yang telah terekspose sebanyak 1.125 harus cabut baiat. Kalau masih ada yang tidak cabut baiat, saya akan terapkan penegakan hukum negara sekeras- kerasnya. Saya bersama Densus 88 Anti Teror dan unsur Forkopimda lainnya sudah sepakat untuk itu, NKRI harga mati, Pancasila harus dijunjung tinggi,” tegas Kapolda.(idr)

Dinas Kominfotik Sumbar